Kudus  

Disdukcapil Kudus Masuk 40 Besar Inovasi Pelayanan Publik Jateng

penghargaan 40 besar nominasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Jateng 2019
Plt. Kepala Disdukcapil Kudus, tengah, saat menghadiri penghargaan 40 besar nominasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Jateng 2019.

KUDUS- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus masuk 40 besar nominasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Jawa Tengah 2019. Kompetisi ini diikuti 107 proposal inovasi pelayanan publik yang diajukan oleh OPD, BUMD, dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Tengah.

Kompetisi yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Jateng melalui Sekertariat Daerah Provinsi ini, dimulai dengan pengiriman dokumen ke paling lambat 20 Juli 2019.
Kabupaten Kudus saat ini, hanya diwakili Disdukcapil saja. Melalui program Wassalam, yakni program mempermudah pelayanan dokumen akibat kematian.

Baca juga:  BUMDes Murakabi Kelola Sampah Jadi Wisata Edukasi

Plt Kepala Disdukcapil Kudus Eko Hari Djatmiko melalui Sekertaris Dinas Putut Winarno, menjelaskan, program Wassalam ini menjadi unggulan. Karena hanya dengan surat keterangan kematian dari desa, warga bisa mendapatkan surat kematian, kartu keluarga dan perubahan status pada KTP.

“Kartu keluarga dan KTP lama hanya pelengkap saja,” katanya kepada Lingkar Jateng baru-baru ini.

Selain itu, lanjutnya, keunggulan dari program ini adalah efesiensi waktu. Karena hanya butuh satu hari setelah meninggal bisa memperoleh berubahan data pada ketiga dokumen tersebut.

Program ini juga memanfaatkan grup WhatsApp untuk berkoordinasi dengan Kepala Desa se-Kabupaten Kudus dan Website Disdukcapil. “Ketika ada kematian, cukup ke Kepala Desa setempat. Setelah itu, Kades akan berkordinasi,” tandasnya.

Baca juga:  Destinasi Wisata Diimbau Berikan Pelayanan Prima

Ia menjelaskan, salah satu penilaian KIPP ini adalah telah berjalan efektif minimal selama satu tahun. Dan Wassalam telah berjalan lebih dari satu tahun. Nantinya, dari 40 nominasi tersebut disaring menjadi 20 besar. Seleksi dilakukan selama empat hari sejak tanggal 22 hingga 25 Juli 2019 di Gedung B kantor Gubernur Jawa Tengah.

Juri yang bertugas dalam kompetisi yang diadakan oleh Sekretariat Daerah Provinsi Jawa tengah ini diambil dari berbagai kalangan ahli. Seperti akademisi, tokoh masyarakat, perwakilan dunia usaha, LSM, NGO dan media massa.(adv)