Desak Kejati Ungkap Kasus Korupsi

Diduga Oknum Anggota DPRD Jateng Terlibat

SEMARANG – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah mengungkap keterlibatan oknum anggota DPRD Jateng. Dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi dana bantuan pemerintah provinsi (banprov) untuk Kabupaten Kendal dan Pekalongan 2018.

Selamat Idulfitri 2024

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, terjadinya dugaan tindak pidana korupsi ini terjadi tidak terlepas dari proses penganggaran. Yang kebijakan tersebut bisa dilakukan oleh legislatif dan eksekutif.

“Ada oknum legislator yang diduga mendapat manfaat dari penyaluran dana bantuan provinsi ini,” katanya.

Baca juga:  Terdampak Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Sumbar, Ratusan Warga Masih Mengungsi

Oleh karena itu, kata dia, sebagai bentuk keseriusan kejaksaan dalam menangani perkara ini, maka pengusutannya harus dilakukan hingga tuntas. Ia menegaskan MAKI siap mengajukan gugatan praperadilan terhadap kejaksaan jika penanganan perkara ini dinilai lambat.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi dana bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk Kabupaten Kendal dan Pekalongan tahun 2018.

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Ketut Sumedana mengatakan dugaan penyimpangan dana bantuan provinsi tahun 2018 tersebut berada pada bidang pendidikan. “Baru untuk dua kabupaten ini,” katanya.

Baca juga:  Berkaca dari Tragedi SMK Lingga Kencana Depok, Masyarakat Diminta Tolak Bus Tanpa Izin Layak Jalan!

Menurut dia, sejumlah saksi sudah diperiksa. Termasuk, penggeledahan di Dinas Pendidikan Kendal dan Pekalongan. Ia menuturkan total bantuan provinsi untuk bidang pendidikan mencapai Rp1,14 triliun. (ara/lut)