Kudus, UMKM  

Ciptakan Alat Baru, Tingkatkan Kualitas Produk UMKM

PENGABDIAN MASYARAKAT: Ketua Tim PKM memberikan alat ciptaan tim dari UMK untuk UMKM di Pati beberapa waktu lalu. (DOK LINFOKOM UMK FOR LINGKAR JATENG)

KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) membuat mesin pendukung produksi bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM). Terutama bagi UMKM yang memiliki potensi besar, namun terkendala peralatan yang belum dijual di pasaran. Seperti pembuatan abon jamur di Desa Rogomulyo, Kecamatan Kayen, Pati.

Ketua Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMK Salman Alfarisi mengatakan, pihaknya memang memilih UMKM yang bergerak dibidang olahan jamur. Apalagi ada yang fokus untuk memproduksi abon, bukan hanya keripik jamur saja.

Baca juga:  Jelang Pemilu 2024, Anggota Kepolisian di Kudus Lakukan Tes Kesehatan

“Dari awal UMKM yang didampingi memiliki potensi pasar besar, terutama abon jamur, namun tidak bisa memenuhi karena alat yang terbatas,” katanya kemarin.

Dalam prosesnya, pihaknya memberikan beberapa alat produksi hingga pengemasan. Namun tidak semua alat bisa dibeli dipasaran, ada yang harus dibuat sendiri oleh tim dengan melakukan observasi sebelumnya.

Alat produksi abon jamur yang tidak tersedia dipasaran yakni alat untuk menyuwir jamur. Selama ini jamur hanya ditumbuk hingga hancur sesuai dengan kebutuhan abon. “Cara manual itu menjadi kendala utama dalam produksi abon jamur,” terangnya.

Baca juga:  Gandeng Baznas, Disdikpora Kudus Salurkan PMT ke Anak Terindikasi Stunting

Akhirnya, pihaknya harus membuat alat sendiri sesuai dengan kebutuhan pembuatan abon jamur. Alat tersebutpun selesai dibuat dan bisa dimanfaatkan untuk pembuatan abon jamur. Rekayasa alat tersebut dilakukan karena memang belum dijual dipasaran.

Selain rekayasa alat untuk UMKM, pihaknya juga melakukan pendampingan secara keseluruhan, termasuk pemasaran. Apalagi UMKM SBC Sultan Snack belum terfikirkan untuk membuat kemasan yang baik. Padahal kemasan menjadi penting dalam proses pemasaran. “Manajemen usaha juga masih jadi kendali saat awal pendampingan, kini sudah mulai tertata,” jelasnya.

Dengan program tersebut, tentunya diharapkan UMKM bisa memaksimalkan produksinya. Selain itu UMKM diharapkan mampu meningkatkan penjualan karena sudah melakukan pemasaran yang lebih maju dan produk juga makin berkualitas, baik dari sisi bahan hingga kemasan yang lebih menarik.

Baca juga:  Warga Kudus Dapat Tabloid Indonesia Maju dan Kalender Bergambar Kaesang

Diharapkan, kedepan UMKM tersebut bisa menjadi contoh bagi UMKM lain untik berkembang.

“Kamipun membuka konsultasi dengan UMKM jika masih menemui kendala,” imbuhnya.(ila/lut)