Kudus  

Pembatalan Perkawinan, Begini Prosedur dan Syaratnya

Gambar ilustrasi

KUDUS – Aturan proses pembatalan perkawinan, hampir sama dengan proses perceraian. Namun, dalam regulasi perceraian masih menganggap adanya perkawinan yang sah sedangkan pembatalan perkawinan sendiri tidak ada anggapan pernah terjadi perkawinan.

Selain itu, perbedaan antara pembatalan perkawinan dan perceraian adalah statusnya. Jika dalam status perceraian ditulis cerai hidup. Sedangkan pembatalan perkawinan status tercantum belum kawin.

Iduladha

Sedangkan dalam proses pembatalan perkawinan, UU Perkawinan mengungkapkan pengajuan pembatalan perkawinan paling lambat enam bulan setelah perkawinan terjadi. Setelah enam bulan hak mengajukan permohonan pembatalan perkawinan dianggap gugur.

Baca juga:  Ribuan Pekerja Kota Kretek Telah Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

” Batalnya suatu perkawinan dimulai setelah keputusan Pengadilan mempunyai kekuatan hukum yang tetap dan berlaku sejak saat berlangsungnya perkawinan,” bunyi pasal 28 ayat 1.

Permohonan akta pembatalan perkawinan dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten atau Kota bagi non muslim. Sedangkan persyaratan pengajuannyameliputi surat putusan Pengadilan Negeri mengenai pembatalan perkawinan tersebut, Kutipan Akta Perkawinan, fotokopi KK dan e-KTP pemohon.

Nantinya, Disdukcapil akan melakukan penghapusan perkawinan dari database yang ada dan memberikan catatan pinggir pada Akta Perkawinan serta Surat Keputusan Pembatalan Perkawinan tersebut. (adv)

DPRD Batang