Kudus  

Atasi Persoalan Kependudukan, Plt Bupati Kudus Canangkan Kampung KB

SENYUM: Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kudus Hj. Mawar Hartopo, tengah, saat hadir dalam pencanangan kampung KB di Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati baru-baru ini.

KUDUS – Kampung KB merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan. Kehadiran Kampung KB di Kabupaten Kudus bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat desa melalui program KKBPK (Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga). Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo kembali mencanangkan Kampung KB yang kali ini bertempat di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Jati, Minggu (1/9) malam.

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus Ludful Hakim mengatakan, ada sebanyak 20 kampung yang telah dicanangkan di Kabupaten Kudus. Sehingga tahun ini di Desa Pasuruhan Lor tepatnya di Dukuh Goleng menjadi Kampung KB yang ke 21.

Baca juga:  Pemdes Rahtawu Gali Petilasan yang Belum Ditemukan

“Melalui pencanangan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau dukuh untuk terwujudnya keluarga kecil berkualitas. Intinya, maksud dan tujuan pencanangan Kampung KB untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan program KB holistik integratif,” katanya.

H.M. Hartopo mengatakan, Kampung KB merupakan program nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 2016. Program itu menjadi inovasi strategis oleh pemerintah untuk mengatasi persoalan kependudukan. Dalam kurun waktu 20 tahun, pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kudus dapat terkendali dan saat ini menempati angka 857 ribu penduduk. Dengan dicanangkannya Kampung KB yang ke-21, diharapkan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya program KB.

Baca juga:  Tekan Produksi Sampah melalui Pemaksimalan TPS 3R
Plt Bupati Kudus H.M Hartopo bersama Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo berfoto bersama sejumlah jajaran desa dan kecamatan saat pencanangan Kampung KB di Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati belum lama ini.

“Memang semua harus direncanakan dengan baik. Saya kira di Dukuh Goleng sudah mengerti semua tata cara program KB. Program ini sangat bagus untuk menjadikan keluarga berkualitas sesuai dengan tema HUT kemerdekaan yaitu SDM Unggul Indonesia Maju,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, pencanangan Kampung KB bukan sekedar seremonial saja, namun langkah nyata harus dilakukan melalui monitoring rutin oleh Dinas Sosial P3AP2KB bersama TP PKK. “Dalam program KB kedepan, dari dinas selalu monitoring terus untuk memantau perkembangan angka kelahiran kalau dirasa meningkat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pasuruhan Lor, Nor Badri mengapresiasi Pemkab Kudus yang telah banyak membantu pencanangan Kampung KB. Dirinya mengungkapkan, Kampung KB di desanya akan dijuluki Mekarsari yang artinya membangun karya, sehat, asri, rapi dan indah.

Baca juga:  SD 3 Jepang Santuni Guru Korban Banjir

“Selain program Kampung KB, Desa Pasuruhan Lor juga telah menjalankan program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh). Kami berharap perhatian lebih dari Pemkab Kudus jika kedua program tersebut dapat berjalan dengan baik dan berhasil. Apabila program Kotaku dan Kampung KB ini berhasil, tolong Pemkab Kudus untuk selalu memberi perhatian dalam pembangunan desa,” ujarnya.(adv/lut)