TP PKK Kabupaten Kudus Lakukan Penilaian Lomba Posyandu

  • Bagikan

TERTARIK: Mawar Hartopo tertarik melihat aneka jajan karya Tim Posyandu Desa Redeng, Senin (2/9/2019). (DOK. DISKOMINFO KUDUS FOR LINGKAR JATENG)

Mawar Hartopo Ajak Warga Terapkan Gotong-Royong

KUDUS – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kudus kembali melanjutkan rangkaian penilaian Lomba Posyandu tingkat kabupaten. Kali ini, penilaian ditujukan untuk Posyandu Nusa Indah di Desa Rendeng yang mewakili Kecamatan Kota.

Penilaian dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kudus Hj. Mawar Hartopo beserta rombongan tim penilai, Senin (2/9). Mawar Hartopo mengajak kader posyandu untuk menerapkan prinsip gotong royong. Sehingga mampu bersinergi dengan masyarakat serta unsur terkait. Dengan menyatunya kader posyandu di dalam masyarakat. Termasuk perhatian bagi ibu hamil juga dapat meningkat.

“Kalau bisa dari kader posyandu mulai merangkul ibu-ibu desa melalui hubungan pertemanan. Sehingga bisa menyatu dan tidak ada jarak,” katanya.

Menurutnya, jika ada ibu hamil yang merasa terlayani dari hati ke hati. Secara otomatis akan membantu tugas bidan desa. Selain itu, kader posyandu diminta mampu ikut memecahkan masalah di desanya masing-masing.

“Kalau ada permasalahan, kader-kader posyandu merangkul ibu-ibu (TP PKK, red) di sini. Sehingga kita bisa temukan solusinya bersama-sama,” pinta Mawar.

Kepala Desa Rendeng M. Yusuf menyebut, meski Desa Rendeng masih berada di wilayah perkotaan, namun masyarakatnya tetap menjunjung tinggi gotong royong dan kebersamaan. Kekompakan itulah yang dapat mengantarkan Desa Rendeng untuk selalu siap mengikuti lomba-lomba di berbagai tingkatan. Bahkan, desanya juga pernah mengikuti perlombaan serupa di tingkat provinsi pada tahun lalu.

“Mohon bimbingan tim penilai, kami siap mengevaluasi dan memperbaiki dan kami siap mewakili Kabupaten Kudus untuk perlombaan di tingkat selanjutnya,” ujarnya.

MENIMBANG: Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kudus Hj. Mawar Hartopo menimbang salah satu balita di sela acara penilaian lomba posyandu di Desa Rendeng, kemarin. (DOK. DISKOMINFO KUDUS FOR LINGKAR JATENG)

Yusuf menambahkan, Posyandu Nusa Indah merupakan posyandu yang telah terintregasi dengan PAUD, BKB Remaja, BKB Lansia, unit peningkatan pendapatan keluarga (UP2K), dan Karang Taruna. Pemerintah desa juga ikut terlibat dalam pengelolaan PAUD dengan mengalokasikan anggaran dari APBDes. Sehingga, PAUD dengan 57 siswa tersebut tidak memungut biaya sama sekali.

“Sebagian besar anak PAUD sudah lulus. PAUD Desa mempunyai sumber dana berasal dari pemerintah desa, gratis dari APBDes,” pungkas Yusuf. (adv/mam)

  • Bagikan