Kudus  

Tigakoma Suguhkan 8 Pementasan di Omah Kendeng

Pementasan teater Tigakoma di Omah Kendeng
Salah satu pementasan teater Tigakoma di Omah Kendeng.

PATI – Kelompok Kajian Teater Tigakoma menyisipkan agenda bakti lingkungan dengan cara bersih sungai dalam acara workshop calon warga baru yang digelar Jumat-Minggu (25-27/10) di Omah Kendeng, Dukuh Ledok, Desa Misik, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Selain itu, pada malam puncak workshop juga disuguhkan delapan pementasan kepada warga setempat.

Ketua Panitia Muhammad Rifky mengatakan, selain diisi berbagai materi terkait seluk beluk seni teater, pihaknya juga mengadakan bakti lingkungan untuk pembentukan karakter dan moral yang peka terhadap kondisi lingkungan. Apalagi, Omah Kendeng memiliki sejarah terkait perjuangan masyarakat setempat yang getol menolak eksploitasi alam.

Iduladha

“Kegiatan ini sebagai pembekalan pertama dan syarat peresmian untuk menjadi warga (anggota, red)  baru di Teater Tigakoma angkatan 2019,” katanya.

Baca juga:  Wujudkan Kondusifitas Daerah Bakesbangpol Kudus Sosialisasi FKUB

Total peserta workshop terhitung kurang lebih sebanyak 50 orang. Mereka terdiri dari mahasiswa-mahasiswa berbagai progam studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus (FKIP-UMK). Hasil dari workhop langsung diaplikasikan peserta sebagai pementasan dengan beragam tema, mulai sosial hingga lingkungan.

“Peserta kami bagi tujuh kelompok. Masing-masing kelompok membuat naskah dan wajib mementaskannya di malam puncak workshop.  Selain itu, kami panitia juga ikut pentas. Jadi total ada delapan,” bebernya.

Ketua Teater Tigakoma Afif Khoiruddin berharap, usai kegiatan ini seluruh anggotanya dapat mengaplikasikan materi maupun pengalamannya selama workshop. Sehingga, karya-karya yang dihasilkan kedepannya juga lebih berkualitas dan mampu dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga:  30 Lokasi di Kudus Diajukan Proklim Baru

Sementara itu, Penggagas Omah Kendeng Gunretno mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Teater Tigakoma. Ia berharap, setelah melakukan workshop selama tiga hari itu, peserta tidak hanya belajar. Tapi mampu menglapikasikannya untuk kepentingan masyarkat. (mam/lut)

DPRD Batang