Pembangunan Pasar Johar Terkendala Anggaran, Pemkot Ajukan Rp100 M ke Pusat

  • Bagikan
pembangunan pasar johar terkendala anggaran

Pembangunan Lantai 5 dan 6 Belum Tersentuh
SEMARANG – Pembangunan Pasar Johar Baru di beberapa titik masih terhenti. Hal itu karena Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang belum memiliki anggaran untuk melanjutkan pembangunan tahap kedua pasar tersebut.

Sejumlah titik pembangunan yang terhenti diantaranya di kompleks eks Pertokoan Kanjengan dan kompleks Pasar Johar Selatan.

Pembangunan di kompleks eks Kanjengan yang dimulai sejak Agustus 2017 hingga Januari 2018. Tetapi untuk tahap kedua, hingga saat ini belum dikerjakan karena keterbatasan anggaran.

Maka dari Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta bantuan sebesar Rp 100 miliar ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kepala Balai Sarana dan Permukiman Kementerian Pekerjaan PUPR, Sugiharto saat meninjau lokasi kemarin.

“Sekitar empat hari yang lalu, Pak Walikota meminta bantuan kepada kami untuk penyelesaian pembangunan di Pasar Johar Baru. Khususnya di Kanjengan dan Pasar Johar Selatan. Yang dimintakan Rp 100 miliar,” ungkapnya saat meninjau eks Komplek Kanjengan, kemarin.

Ia mengungkapkan dana ini masih direncanakan dianggarkan pada 2020 nanti. Karena permohonannya baru beberapa hari yang lalu. “Baru perencanaan,” lanjutnya.
Setelah meninjau lokasi ini, pihaknya akan mempertimbangkan Detail Engineering Design (DED) dan lainnya. Hal ini untuk menentukan seberapa anggaran yang dibutuhkan untuk merampungkan proyek tersebut.

Sekretaris Dinas Perdagangan Noor Kholis mengungkapkan, eks Kompleks Kanjenganini rencananya dibangun enam lantai. Di mana lantai satu dan dua sudah tahapan finishing. Lantai tiga dan empat dalam tahapan pembangunan dan lantai lima serta enam masih belum tersentuh dalam pembangunan.“Maka perlu Rp 50 miliar lagi untuk eks Kompleks Kanjengan saja,” terangnya.

Dalam pembangunan tahap pertama pasar tersebut, menggunakan anggaran dari Kementerian Perdagangan RI sebesar Rp 87,5 Miliar. Pekerjaan tahap pertama itu hanya menyerap anggaran sampai 80 persen. Penyebabnya karena kontraktor tak dapat menyelesaikan sesuai kontrak. Adapun sisa anggaran sebesar 20 persen, kemudian dikembalikan ke Pemerintah Pusat.

“Kami berharap, pembangunan Pasar Johar Baru ini segera selesai. Agar pedagang dapat menempati pasar yang pernah menjadi pasar terbesar di Asia Tenggara ini. Segara cepat rampung,” harapnya.(cr3/lut)

  • Bagikan