Kasus Orang dengan HIV/AIDS di Lasem Terbanyak Se-Kabupaten Rembang

Sosialisasi penanggulangan dan pencegahan HIV / AIDS
ANTUSIAS: Ratusan warga saat mengikuti sosialisasi penanggulangan dan pencegahan HIV / AIDS, di aula lantai 4 gedung bupati Rembang belum lama ini.(DOK HUMAS REMBANG)

REMBANG –  Jumlah Kasus Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), di Rembang mengalami peningkatan. Pasalnya, di tahun 2018 sebanyak 577 kasus, namun di tahun 2019 menjadi 700 kasus.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang, Johanes Budhiadi Dewantoro dalam sosialisasi penanggulangan dan pencegahan HIV / AIDS, di aula lantai 4 gedung bupati Rembang belum lama ini.

Budhi mengatakan, kecamatan dengan jumlah HIV terbanyak yaitu Kecamatan Lasem. Berdasarkan data di 2018 sebanyak 86 kasus. Kemudian, pada 2019 ini per November mencapai 100 kasus.

Baca juga:  Toleransi Jadi Wujud Kemeriahan Imlek di Lasem

“Terbanyak ini di Lasem, karena mencapai 100. Kalau ditanya banyak kenapa, memang HIV ini paling banyak sumbernya dari laki-laki. Perempuan ini ibu rumah tangga kebanyakan ketularan dari suaminya. Di Lasem prinsip rumus 3 M (Man, Mobile, Money) ini memang tidak bisa hilang. Laki-laki yang pegang duit, keluyuran pasti resikonya besar,” katanya. 

Asisten Ekbang Kesra Sekda Rembang, Abdullah Zawawi saat membacakan sambutan Bupati Rembang menjelaskan, untuk mencegah HIV AIDS, perlu dukungan lintasprogram. Selain itu juga peran serta masyarakat dan akses layanan kesehatan.

“Kemenkes dan para mitranya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meraih sukses 3 zero pada 2030. 3 zero di 2030 yaitu dengan tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian yang disebabkan oleh HIV dan tidak ada diskriminasi terhadap ODHA. Itu tidak akan tercapai tanpa dukungan lintas program dan masyarakat,” urainya.(lut)