Belum Genap Sebulan, Talud di Sukoharjo Ambrol

  • Bagikan
Talud Jembatan Pending di Desa Pengkol ambrol
BERESIKO: Talud Jembatan Pending di Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo ambrol Kamis (2/1/2019). (CR5/LINGKAR JATENG)

SUKOHARJO – Talud Jembatan Pending  RT 01/RW 01 Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo ambrol. Padahal, talud tersebut belum genap satu bulan diresmikan. Kondisi talud mengkhawatirkan karena pondasi jembatan kurang kuat, sehingga berpotensi jembatan bisa ikut ambrol.

Keterangan yang berhasil dihimpun Lingkar Jateng menyebutkan, proyek Jembatan Pending dilaksanakan mulai Agustus hingga Desember 2019. Sementara pelaksana proyek adalah CV Wahyu Susanti.

Menurut Kepala Desa Pengkol Sugiyo, kuat dugaan peristiwa ambrolnya talud yang berada di sisi barat Jembatan Pending terjadi karena beberapa hari terakhir hujan turun di daerah Pengkol dengan intensitas air hujan sangat tinggi. Faktor lain yang diduga mempengaruhi ambrolnya talud jembatan karena tingkat kemiringan talud yang tidak sesuai dan kekurangan pipa sebagai jalan air yang masuk ke talud. “Tingkat kemiringan talud kurang miring dan terlalu vertikal. Selain itu kurangnya pipa untuk air yang masuk ke talud,” kata Sugiyo.

Selain ambrolnya talud tersebut, aspal yang berada di sisi barat jembatan juga sudah mengalami retak-retak. Hal tersebut lantaran kepadatan tanah yang mulai melemah sehingga amblas dan terpaan air hujan terus menerus. Meski kondisi talud ambrol dan aspal mengalami retak, namun jembatan tersebut masih dilalui masyarakat.

Hal ini tidak dapat dihindari mengingat Jembatan Pending menjadi satu-satunya jembatan yang bisa dilalui warga di tiga desa di Kecamatan Nguter yaitu Desa Pengkol, Jangglengan dan Celep. “Sudah kita laporkan ke DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Sukoharjo,” ungkap Sugiyo.

Sugiyo menambahkan, rusaknya infrastruktur Jembatan Pending tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak CV Wahyu Susanti sebagai pemborong pelaksana pembangunan jembatan tersebut. “Masih tanggung jawab pemborong, dan akan memperbaiki kembali lalud yang ambrol,” tandas Sugiyo. (cr5/one)

  • Bagikan