Gunakan Kunci Dindong dan Tombak Bobol ATM, Rp 707,9 Juta Raib

  • Bagikan
Wakil Polrestabes Semarang AKBP Enriko Silalihi saat konferensi pers
KONFERENSI PERS: Wakil Polrestabes Semarang AKBP Enriko Silalihi saat konferensi pers di Markas Komando Polrestabes Semarang, kemarin.

SEMARANG – Salah satu karyawan perusahaan jasa setor uang ATM berinisial ATP ditangkap oleh tim dari Polrestabes Semarang karena membobol ATM salah satu bank milik pemerintah. Akibat tindakanya, pihak bank mengalami kerugian hingga Rp 707.900.000.

Wakil Polrestabes Semarang AKBP Enriko Silalihi mengatakan, ATP pada Kamis (2/1), pukul 03.00 membobol ATM yang berada diwilayah Plamogan, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. “Tim dari Polrestabes telah menangkap seorang pelaku (pembobol brangkas ATM,red) atas nama ATP. Pelaku merupakan karyawan perusahaan pihak ketiga dari bank tersebut yang mana bertugas mengganti atau menyetorkan uang yang ada di brangkas ATM tersebut,” ujar Enriko saat konferensi pers di Markas Komando Polrestabes Semarang, kemarin.

Dalam modus operasinya, pelaku mencuri anak kunci brangkas dan mengaku kehilangan kunci tersebut pada 19 Desember 2019 lalu. Hingga akhirnya, pada tanggal 2 Januari pukul 03 dini hari, pelaku berhasil menggondol uang sejumlah Rp 707,9 juta rupiah.

“Jadi pelaku berhasil mengambil 3 keset dari 4 keset yang ada. Setiap keset berisi uang sekitar Rp 250 juta,” lanjut Enriko.

Adapun alat-alat yang digunakan pelaku di antaranya Kunci Dindong dan Kunci Tombak. Alat tersebut juga alat untuk mengganti uang dalam brangkas ATM. Untuk menghapus jejak, pelaku membuang alat-alat dan barang bukti di jalan tol.

Sedangkan uang hasil pembobolannya,dihabiskan untuk membeli  2 mobil, beberapa handphone dan membayar hutang sebayak Rp 101 juta. “Dan akhirnya pelaku kami tangkap pada tanggal 7 Januari 2020,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka yang merupakan warga Pamularsih Buntu, Semarang, itu dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian. Dengan Ancaman hukuman maksimal selama tujuh tahun.

Dengan ditangkapnya pelaku, perusahaan yang menaungi pelaku yang juga sebagai pelapor berterima kasih kepada jajaran Polrestanes Semarang. “Kami berharap tindakan ini tidak ditiru oleh karyawan kami yang lain,” ujar penasihat hukum perusahaan David Surya. (cr3/pal)

  • Bagikan