PSI: Lawan Kotak Kosong Tanda Demokrasi Tak Sehat

  • Bagikan
Ketua DPD PSI Semarang, Melly Pangestu
Ketua DPD PSI Semarang, Melly Pangestu (DOK RIBADI FOR NGKAR JATENG)

SEMARANG– Beberapa waktu lalu, PSI memang telah mengadakan konvensi untuk mencari calon yang bisa diusungnya dalam Pilwakot mendatang. Melly mengungkapkan sudah ada beberapa nama yang masuk, yang nantinya akan diseleksi oleh DPP sesuai prosedur.

Meski hanya memiliki sedikit kursi di DPRD Kota Semarang, PSI tetap melakukan konvensi karena ingin menjaga supaya demokrasi dapat berjalan dengan sehat. Lantaran dalam penyelenggaraan Pilwalkot kali ini banyak yg memprediksi akan hanya ada calon tunggal, karena masih kuatnya incumbent saat ini. Hal tersebut dirasa dapat menjadi pertanda demokrasi tidak berjalan dengan sehat.

“Kalau politik kotak kosong kan menandakan bahwa demokrasi disini tidak jalan. Sekarang kan hampir semuanya wajah lama, maka kita buka konvensi ini dengan harapan muncul wajah wajah baru di Kota Semarang yang mampu membuat Semarang tidak hanya hebat, tapi juga keren,” ungkap Melly.

Menutup statemennya, Melly menyebutkan, tidak ada syarat khusus dalam konvensi tersebut. Yang jelas, bakal calon harus memiliki track record yang baik dan tidak pernah terlibat dalam kasus korupsi. Selain itu, ia juga tidak memungut biaya sepeserpun dalam penjaringan tersebut. Menurutnya siapa saja boleh mendaftarkan diri dan dalam pesta demokrasi.

“Semua boleh daftar asal memiliki komitmen yang kuat dan anti korupsi. Dan gratis. Kami tidak pernah menuntut ini dan itu. Kami hanya ingin menunjukkan bahwa politik tanpa mahar itu bisa terjadi,” pungkasnya. (dim/one/lut)

  • Bagikan