Arogansi Berujung Bui

  • Bagikan
Direskrimum Polda Jateng Kombes Pol Budhi Haryanto

Surakarta – Jajaran Polda Jawa Tengah mengungkap dua kasus penganiayaan di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Sembilan orang ditangkap karena diduga melakukan penganiayaan di dua lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Kartasura dan Kecamatan Grogol.

Penganiayaan pertama terjadi pada 15 Januari 2020 pukul 00.54 WIB di sebuah warung angkringan di Jalan Ahmad Yani, Kartasura. Enam pelaku berhasil dibekuk, masing-masing RM (20), warga Gatak, Sukoharjo; AZ (20), MT (21), warga Polokarto, Sukoharjo; SK (25), warga Grogol, Sukoharjo; FH (19), warga Sukoharjo. Sedangkan dua orang lain yang masih di bawah umur adalah AS dan VR. Adapun korbannya adalah MD (18), DW (18), FK (17), dan RK (18). Mereka semuanya adalah warga Kartasura, Sukoharjo.

Kasus ini terjadi ketika para pelaku dan sejumlah rekan-rekannya pulang usai kopi darat (kopdar) salah satu perguruan beladiri di Boyolali. Ketika sampai di perempatan Kartasura, mereka bertemu dengan salah satu rekannya yang terluka di kepala. Ketika ditanya, yang bersangkutan mengaku telah dikeroyok.

Tak lama berselang, sekitar 200 meter, salah satu pelaku melihat sekelompok orang yang diduga dari perguruan beladiri lain. Tanpa banyak pertimbangan Para pelaku lalu mengeroyok para korban.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jateng  Direskrimum Polda Jateng Kombes Pol Budhi Haryanto mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan tegas

“Kami Akan Terus Kejar dan Tidak Tegas,” katanya.

Dirreskrimum Polda Jateng menegaskan penyebabnya murni arogansi bukan radikal. “Penyebab Pengeroyokan Ormas di Surakarta Murni Arogansi Bukan Radikal,” tegasnya. (sai/pal)

  • Bagikan