Kudus  

Dulu Viral karena Indah, Begini Nasib Taman Bunga Celosia di Kudus

Seorang warga menunjukkan kondisi taman celosia yang rusak di Desa Jati Kulon
TUNJUKKAN : Seorang warga menunjukkan kondisi taman celosia yang rusak di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati kemarin. (NILA NISWATUL CHUSNA /LINGKAR JATENG)

KUDUS – Sempat viral di pertengahan tahun 2019, nasib taman bunga celosia yang ada di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati kini tak dirawat. Di lahan seluas dua ribu meter persegi itu bakal dibangun pasar desa.

Dulunya, lahan tersebut dihiasi bunga-bunga warna-warni. Kontras dengan background hamparan sawah nan hijau di belakangnya. Hingga menjadikannya sebagai spot foto favorit masyarakat.

Selamat Idulfitri 2024

Tetapi, kini kondisi taman seluas 2 ribu meter persegi itu justru memprihatinkan. Rumput liar tumbuh subur dan merunggut diantara tanaman bunga. Sementara tanaman bunga celosia yang ada justru nampak mengering dan mati.

Baca juga:  Ikuti Lomba di Markas Kopassus, Perbakin Kudus Kirimkan Satu Klub

Kepala Desa Jati Kulon, melalui Kaur Perencanaan Suparmin membantah jika taman tersebut dibiarkan rusak dan mangkrak. Melainkan, dikembalikan lagi sebagaimana fungsinya.

“Rencana awal itu tanah desa mau dibuat Pasar Desa. Lalu oleh Kades lama, sementara dibuat taman bunga. Untuk menarik perhatian masyarakat berkunjung ke sana. Dan kini oleh Kades baru, punya kebijakan untuk mengembalikan lahan di sana ke tujuan awalnya, untuk Pasar Desa,” jalasnya.

Terkait kerusakan tanaman bunga celosia, dia mengaku hal tersebut dikarenakan faktor cuaca. Dan ketidakadaan tenaga pengelola taman tersebut. “Dulu kita bayar orang untuk semprot taman Rp. 800 ribu perminggu. Sama pengelola Rp. 1,5 juta perbulan. Tetapi sejak adanya kebijakan itu, tidak ada lagi yang mengelola,” ujarnya.(ila/lut)