Religi  

Keutamaan Puasa Senin dan Kamis

Hidangan buka puasa
Ilustrasi Hidangan buka puasa. ©Pixabay

LINGKARJATENG.COM – Puasa Senin dan Kamis merupakan bagian dari puasa sunnah berdasarkan tuntunan Nabi Muhammad SAW. Ibadah puasa sunnah jika dilakukan akan mendapat pahala dan cinta dari Allah SWT.

Di dalam Islam, ibadah puasa sunnah merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Secara jasmani, puasa sunnah bisa membuat seorang muslim lebih sehat dan kuat.

Selamat Idulfitri 2024

Pelaksanaan ibadah puasa sunnah Senin dan Kamis sama dilakukan dua hari dalam seminggu, yaitu Senin dan Kamis. Dikerjakan mulai Subuh hingga azan Magrib.

Keutamaan puasa Senin Kamis dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, dari Abu Hurrairah radhiyallahu anhu. Rasulullah SAW bersabda “Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa.”

Baca juga:  Bersegera Menuju Ampunan

Selain itu, di hari Senin dan Kamis pintu-pintu Surga dibuka oleh Alla SWT. Sorang Muslim yang tidak berbuat musrik atau menyekutukan Allah, akan diampuni segala dosa dan kesalahannya.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW, yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah RA.

“Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai’.”

Baca juga:  Dzulqa’dah, Salah Satu Bulan Haram yang Diagungkan

Keutamaan lainnya adalah Allah akan membuatkan pintu khusus untuk masuk surga bagi hambanya yang rajin berpuasa. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.

“Sesungguhnya di Surga ada satu pintu yang namanya ‘Ar-Rayyan’ yang akan dimasuki oleh orang-orang yang sering berpuasa. Kelak pada hari kiamat tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. Dikatakan: manakah orang-orang yang suka berpuasa? Maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka. Jika mereka telah masuk, maka pintu itu ditutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi.”