Wisata  

Rumah Atsiri, Bekas Pabrik yang Disulap Jadi Wisata Cantik di Karanganyar

Rumah Atsiri
Rumah Atsiri Indonesia. ©Instagram/@rumahatsiri.

KARANGANYAR – Pabrik penyulingan minyak asiri bernama Citronella di Karanganyar, Jawa Tengah dulunya dibangun oleh Presiden Soekarno. Pabrik ini dibangun di tahun 1963, hampir seumuran dengan Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Kini bekas pabrik tersebut disulap menjadi tempat wisata kekinian, bernama Rumah Atsiri. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memamerkan keindahan destinasi wisata di Karanganyar ini dalam akun Twitter-nya, Rabu (19/2). Taman ini bukan cuma cantik, namun juga jadi peninggalan dari presiden pertama RI, Soekarno.

Rumah Atsiri adalah tempat wisata di di Desa Plumbon, Tawangmangu, Karanganyar. Dikenalkan sebagai wisata kesehatan, tempat ini menjadi penghasil produk-produk tanaman aromatik.

Baca juga:  Keindahan Tersembunyi Kali Ndayung, Surga Wisata Alam di Kaki Gunung Muria

Fungsi dari tanaman aromatik sendiri sangat beragam, mulai dari relaksasi sampai membantu pengobatan. Taman Atsiri memiliki 80 jenis tanaman asiri seperti lavender, serai, pala, cengkeh, mawar dan kenanga.

Pabrik ini diberi nama Citronella. Saat itu Bulgaria menjadi negara penghasil minyak mawar terbaik dunia. Sehingga Bung Karno berambisi untuk membuat Citronella jadi yang terbesar di ASEAN.

Dasar pemikiran Presiden Soekarno adalah kekayaan Indonesia dengan tanaman aromatik. Indonesia harusnya bisa bersaing dengan Bulgaria. Citronella pun dibangun dengan kerja sama dengan Bulgaria.

Ada alasan mendasar mengapa Tawangmangu menjadi lokasi dari pabrik ini. Ternyata tanaman citronella terbaik tumbuh di Tawangmangu dan Aceh. Tawangmangu akhirnya dipilih sebagai lokasi yang tepat untuk memproduksi minyak asiri.

Baca juga:  Keindahan Tersembunyi Kali Ndayung, Surga Wisata Alam di Kaki Gunung Muria

Zaman berganti, Pabrik Citronella mulai mangrak di masa orde baru. Di era Presiden Soeharto Citronella dikelola sebagai tempat penelitian. Namun karena memang difungsikan sebagai pabrik, pengelolaan pun mengalami kegagalan.

Masa kelam belum berakhir untuk Citronella. Pabrik ini kemudian dikelola oleh orang yang tak bertanggung jawab dan menjual barang-barang logam pabrik. Hasilnya, kini hanya ada beberapa alat termasuk pencacah yang tersisa dari zaman Bung Karno.

Pada tahun 2015, pabrik ini kembali berpindah tangan ke PT Rumah Atsiri Indonesia. Disulap menjadi tempat wisata kekinian, namun bangunan pabrik Citronella tetap dibiarkan tetap ada.

Baca juga:  Keindahan Tersembunyi Kali Ndayung, Surga Wisata Alam di Kaki Gunung Muria

Rumah Atsiri sengaja membedakan bangunan baru dan lama karena prinsip konservasi. Bangunan baru sengaja dicocokkan dengan pabrik yang berbahan dasar beton. Hasilnya dua bangunan ini tetap serasi meski ada perbedaan usia.

Sudah beroperasi sejak Mei 2018, Rumah Atsiri bisa memberikan eduwisata tentang minyak citronella. Untuk yang mau berkeliling taman bisa mengikuti tur yang tersedia di akhir pekan.

Rumah Atsiri memiliki sejumlah taman dengan wangi berbeda. Rumah Atsiri buka setiap hari pukul 10.00-17.00 WIB. Kalau kata Ganjar, wajib ke sini jika liburan di Karanganyar.

Sumber: Detik.com