Kudus  

Sejumlah Titik Tanggul Sungai Wulan Bocor

Warga bergotong royong menutup tanggul jebol
Warga bergotong royong menutup tanggul jebol.

KUDUS – Warga Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati dikagetkan dengan limpasan air dari Sungai Wulan yang memasuki wilayah permukiman sejak Sabtu (22/2) pagi. Meski debitnnya tidak banyak, namun kondisi ini cukup membuat warga khawatir. Mengingat daerah tersebut merupakan kawasan cekungan, yang setiap tahunnya menjadi langganan banjir.

Sumaryono, Penjaga Pintu Air Kencing I mengungkapkan air sungai wulan diperkirakan melimpas mulai pukul 05.00 WIB. Lipasan ini terjadi akibat dibukanya pintu air Bendungan Wilalung, Jumat (21/2).

“Sekitar pukul 03.00 WIB statusnya masih aman. Kemudian, pukul 05.00 WIB air kiriman dari Wilalung kemungkinan baru sampai ke sini. Makanya melimpas,” jelas dia saat ditemui awak media.

Baca juga:  Penuhi Kebutuhan Pengungsi, Polwan Turun ke Dapur Umum

Selain limpasan air dari bibir tanggul Sungai Wulan. Dari pengamatan media ini, beberapa titik tanggul di dukuh Tanggulangin juga ditemukan bocor.

Melihat kondisi ini, Camat Jati, Andreas Wahyu mengerahkan masyarakat dan pemerintah Desa Jati Wetan untuk melakukan pembuatan tanggul sementara dengan menggunakan tanah di sekitarnya.

“Ini kami buatkan tanggul sementara dengan ketinggian sekitar lima hingga enam meter. Untuk mengantisipasi jika nantinya ada kenaikan debit air lagi di Sungai Wulan,” sebutnya.

Meski begitu, Andreas memprediksi debit Sungai Wulan akan segera menurun. Karena debit air di Bendungan Wilalung sudah turun. Dari informasi yang didapatnya, Bendungan Wilalung tidak mendapat kiriman air dari Blora dan Purwodadi lagi. Sehingga hanya menghabiskan kiriman air kemarin.

Baca juga:  55 Ormawa Deklarasikan Pemilu Damai

“Tergantung cuacanya juga. Kalau di Blora dan Purwodadi hari ini hujan, ya kemungkinan akan ada kiriman air lagi dan melimpas lagi. Semoga saja tidak,” ungkap Camat berparas rupawan itu.

Diketahui saat ini, debit air di Sungai Wulan telah mengalami penurunan. Dari pantauan tadi pagi pukul 05.00 WIB sekitar 833 meter kubik perdetik. Kini menjadi 785 meter kubik perdetik. Angka ini diperkirakan akan terus menurun dan mencapai debit normal pada sore hari nanti. Selain Tanggulangin, dukuh Goleng Desa Pas

uruhan Lor Kecamatan Jati dan Desa Setrokalangan Kecamatan Kaliwungu juga turut merasakan dampak ini. (ila/lut)