Kudus  

Guru MI Ungkap Kasus KDRT yang Dialami Siswa, Begini Kronologinya

TUNJUKKAN : Guru MI NU Bashirul Anam bersama Kepala Desa Jati Wetan dampingi korban KDRT Kamis (27/2). (NILA NISWATUL CHUSNA/LINGKAR JATENG)

KUDUS – Rofiah,45, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) MI NU Bashirul Anam mengungkap kasus kekerasan yang dialami anak didiknya SW 9 tahun. Bocah yang saat ini duduk dibangku kelas III itu ternyata mengalami kekerasan oleh ayah tirinya.

Rofiah mengatakan, sejak bergabung ke sekolah terebut pada Januari lalu, SW dikenal sebagai sosok siswa yang baik. Sikapnya yang pendiam dan jujur, ditambah dengan parasnya yang tampan membuat dia disukai oleh para guru.

Selamat Idulfitri 2024

Namun, setelah satu minggu bersekolah, para guru dibuat curiga. Karena SW mendadak tidak berangkat sekolah dalam kurun waktu yang cukup lama, tanpa adanya alasan.

Baca juga:  Usulan Pengerukan Dimulai Dari Sungai Londoh

Guru di MI tersebut kian dibuat terkejut saat mendapati SW berangkat sekolah dalam keadaan seluruh tubuhnya dipenuhi dengan bekas sundutan rokok dan lebam.

“Setelah seminggu tidak berangkat. Kita kaget, karena pipi dan tangan SW ditemukan bekas sundutan rokok. Di badannya juga ada bekas-bekas lebam,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media didampingi Kepala Desa Jati Wetan, Suyitno dan korban di sekolahnya, Kamis (27/2)

Saat ditanya oleh guru, SW mangaku mendapat luka lebam itu dari Ayah Tirinya, Noviansyah, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di Kabupaten Kudus. Dari penuturan korban, Ayahnya memukuli dia dengan botol pengharum ruangan usai mengetahui anaknya mengambil pensil di sekolah.(ila/lut)