Menjelang Sewindu, Pendopo Pasar Tambak Diresmikan

  • Bagikan
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati resmikan pendopo pasar tambak
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati resmikan pendopo pasar tambak yang didampingi kepala desa sribet (kanan) dan anggota DPRD Fathurohman. (MUKHTARUL HAFIDH/LINGKAR JATENG)

SRAGEN – Pendopo Pasar Tambak diresmikan langsung oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Sukowati Kamis (27/2).

Peresmian itu bertepatan dengan peringatan jelang Sewindu Pasar Tambak di Dusun Tambak, Desa Sribet, Kecamatan Sidoharjo.

Dalam kesempatan itu, juga digelar pertunjukan wayang kulit. Turut hadir Ketua DPRD, Sekda, sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) Sidoharjo dan kepala desa se-kecamatan setempat.

Kepala Desa Sribet Sutaryo mengatakan, peran serra masyarakat dalam mendukung perkembangan Desa Sribet sangat tinggi. Terutama untuk mengenalkan Pasar Tambak menjadi destinasi pariwisata sejarah di Kabupaten Sragen.

Ia berharap, perayaan Pasar Tambak yang digelar setahun sekali itu mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten. Sehingga bisa menjadi rujukan wisatawan dalam maupun luar daerah. Sehingga bisa meningkatkan pendapatan asli desa (PAD).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Sragen Fathurrohman mengatakan, dalam peresmian pasar tambak tersebut merupakan momentum awal menjelang peringatan usia pasar tambak genap sewindu.

Pembangunan Pendopo Pasar Tambak menelan dana Rp 100 juta dari aspirasi Anggota DPRD Sragen Fathurrohman. Diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi pariwisata sejarah dan meningkatkan perekonomian warga.

“Selain sektor pariwisata sejarah, rencananya akan ada pariwisata perikanan di sekitar Pasar Tembak,” bebernya.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni sukowati mengungkapkan, mendorong pemerintah desa untuk terus mengembangkan potensi wisata tersebut. Mengingat di pasar tambak ini mempunyai ciri khas tersendiri disbanding pasar yang lain.

‚ÄúPasar tambak merupakan pasar yang mempunyai nilai sejarah dan budaya serta ciri khas tersendiri dibanding pasar lain ini. Harapan kami dapat dikembangkan dan dijadikan ikon Desa Sribet,” bebernya.(mg5/lut)

  • Bagikan