HM. Hartopo Tegaskan Tak Ada Pasien Terjangkit Corona di Kudus

  • Bagikan
Aktivitas di ruang isolasi khusus di RSUD dr. Loekmono Hadi
ANTISIPASI : Aktivitas di ruang isolasi khusus di RSUD dr. Loekmono Hadi.(NILA NISWATUL CHUSNA/LINGKAR JATENG)

KUDUS – Plt. Bupati Kudus HM. Hartopo meminta masyarakat untuk tenang dan tak perlu panik dalam menyikapi ancaman virus corona. Hal itu disampaikan menyikapi adanya warga Kudus yang terpaksa dirawat di ruang isolasi RSUD. dr. Loekmono Hadi lantaran sakit usai berpergian dari Korea Selatan.

HM. Hartopo mengatakan, diakui saat ini munculnya virus corona atau Covid-19 menyita perhatian dunia. Bahkan, munculnya informasi ada salah satu warga yang suspect atau diduga virus itu membuat masyarakat Kudus heboh.

Meski begitu, pihaknya meminta masyarakat untuk tenang dan tidak was-was dalam menyikapi adanya informasi tersebut. Lantaran, warga yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD. dr. Loekmono Hadi masih memerlukan pemeriksaan dan pengecekan lebih mendalam. “Saat ini tidak ada pasien yang terjangkit virus corona di Kudus,” tegas Hartopo.

Selain itu, HM. Hartopo juga meminta masyarakat untuk kembali mengecek kebenaran berita-berita yang viral di media sosial. “Kami harap dicek kebenarannya lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, pihaknya juga sudah menyiapkan langkah dalam mengantisipasi menyebarnya virus itu. Diantaranya dengan meresmikan ruang isolasi khusus di RSUD dr. Loekmono Hadi dan pengecekan warga yang hendak masuk dan keluar dari wilayah Kudus di terminal.

“Selain langkah pencegahan oleh Pemkab Kudus. Kami mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan. Mulai dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Direktur RSUD dr.Loekmono Hadi dr. Aziz Achyar mengungkapkan, jika status pasien yang dirawat di ruang isolasi khusus belum bisa disebut suspect corona. Sebab, pemeriksaan hingga saat ini masih terus dilakukan.

Selain itu, ruang isolasi tersebut memang diprosedurkan untuk semua jenis penyakit menular, tak hanya corona. “Saat ini swep tenggorokan pasien sudah dikirim ke Jakarta guna dicek apakah suspect corona atau tidak,” ujarnya.

Sebelumnya sempat viral di media sosial, seorang warga Kecamatan Gebog, diduga terkena corona. Hal itu setelah pasien tersebut sakit usai berpergian dari Korea Selatan. Sebagai bentuk antisipasi, petugas medis RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus mengambil langkah pencegahan. Diantaranya dengan memasukkan pasien itu ke ruang isolasi khusus.(lut/one)

  • Bagikan