Kronologi Tewasnya 5 Santri dan 1 Kyai di Bekas Galian C

CEK: Bupati Grobogan bersama jajaran saat melihat galian C Dusun Sobotuwo, Senin (9/3).MUHAMAD ANSORI/LINGKAR JATENG

GROBOGAN– Enam orang tewas di lokasi galian C di RT 01/04 Dusun Sobotuwo, Desa Kronggen Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan Senin (9/3/2020).

Keenam orang yang tewas tersebut 5 merupakan santri dan 1 kyai di Pondok Al Lathifiyyah desa setampat. Sontak kejadian itu membuat geger warga setempat.

Dari informasi yang dihimpuan Lingkar Jateng di lokasi, peristiwa tersebut terjadi Senin (9/3) sekitar  pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, santri melaksanakan bersih – bersih di seputaran Ponpes Al Lathifiyyah.

Kemudian, ada lima santri menuju lokasi galian C dengan tujuan membersihkan kaki dan tangan yang kotor. Saat itu, salah satu santri terpeleset hingga hanyut ke dalam kubangan yang diperkirakan dengan kedalaman lebih dari 3 meter.

Melihat kejadian itu, sejumlah santri dan seorang kyai bernama KH. Wahyudi berniat menolong. Namun nahas, mereka ikut tenggelam ke dalam kubangan galian C.

Akibat kejadian itu enam orang dinyatkan tewas dan dua orang selamat. Kesemua korban dibawa ke Puskesmas Brati.

Kapolsek Brati AKP Asep Priana mengatakan, enam korban meninggal diantaranya Shofa Lu’lu’ul Maknun (17) warga Dusun Ketitang RT 04 RW 03 Temon Brati, Susi Susanti (18) warga Dusun Pancan RT 05 RW 06 Getasrejo Kecamatan Grobogan.

Kemudian, Nazila (13) Dusun Tarub RT 09 RW 03 Tawangharjo, Lina (17) warga Dusun Nadri RT 04 RW 06 Desa Katean, Kecamatan Brati dan Istiroqin (13) warga lingkungan Nglejok RT 03 RW 15 Kuripan Purwodadi, dan  KH. Wahyudi (61) Alamat Dusun  Sobotuwo RT 01 RW 04 Desa Kronggen Kecamatan Brati.

“Untuk 2 korban selamat yakni Lala Alfi warga asal Tuban dan Hanifah warga Kecamatan Klambu, Grobogan,” ujarnya. (ori/lut)