Apresiasi Perjuangan NU, Ganjar: Perjuangan Belum Berhenti

MERIAH: Segenap jajaran Pemprov Jateng bersama jajaran PWNU Jateng, Gus Muwafiq, Habib Zainal Abidin, dan Azzahir saat bersalawat pada malam puncak Harlah ke 97 hijriyah NU.(DIMAS ELSHIHAB/LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Pada malam puncak harlah ke 97 NU, Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jateng menggelar acara Jateng Gayeng Bersalawat di lapangan Simpang Lima Semarang, Minggu (8/3) malam.

Hadir dalam Jateng Bersalawat Gubernur dan Wagub Jateng, MUI, LDII, Muhammadiyah dan berbagai ormas serta Gus Muwafiq dari  Sleman, Yogyakarta.

Iduladha

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi kiprah perjuangan NU atas perannya yang turut mendirikan negara Indonesia.

Namun demikian, bukan berarti perjuangan NU berhenti sampai di situ. Mengingat semakin rumitnya permasalahan yang tengah dihadapi bangsa ini.

Baca juga:  Kunjungi MTs Ar-Rois Cendekia, MKKM MTs 3 Ponorogo Pelajari Implementasi Pembelajaran dan Manajerial Berbasis Digital

Lebih lanjut, Ganjar juga menerangkan peran kiai NU saat ini dibutuhkan untuk menjaga kondusivitas Indonesia. Mulai dari radikalisme, mengelola perbedaan pendapat hingga kini isu virus corona.

“Pascamerebaknya virus corona ke Indonesia muncul kepanikan, mulai dari memborong bahan makanan hingga ketakutan berinteraksi dengan sesama,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Marsudi Syuhud yang ikut hadir mengemukakan, jasa-jasa kiai melalui pendirian pesantren diberbagai tempat, mengawal akidah masyarakat perlu disebar luaskan melalui berbagai media.

Namun, kekurangan atau hal-hal yang belum dicapai perlu diinventarisasi mengingat usia NU mendekati satu abad.

Baca juga:  Disdikbud Jateng Beri Jalur Zonasi Khusus 4 Kecamatan di Semarang

“Apa-apa yang dicapai oleh NU sebarkan, melalui medsos, cerita dimana saja biar menjadi penyemangat dan inspirasi. Sedangkan yang kurang mari kita perbaiki,” tandasnya. (dim/one/lut)

DPRD Batang