Menembus Lorong Cinta di Pekalongan Mangrove Park

Mangroove
Ilustrasi gambar pohon mangroove

Pemerintah Kota Pekalongan serius menggarap Pusat Informasi Mangrove (PIM) sebagai salah satu andalan tempat wisata di sana. Di sana terdapat hutan mangrove yang sedang nge-hits dan terkenal. Pengelolaan diserahkan kepada Dinas Perikanan, Peternakan dan Kelautan bekerja sama dengan kelompok pengawas masyarakat.

Tujuan awal pengembangan ekowisata ini adalah untuk mengajak masyarakat agar ikut serta berperan aktif dalam menjaga ekosistem pesisir. Lokasi wisata ini berada di Kelurahan Kandang Panjang, Pekalongan Utara.

Pekalongan Mangrove Park ini sebenarnya masih belum secara resmi dibuka untuk umum, karena masih dalam proses pembangunan. Namun pengunjung sudah diperbolehkan masuk ke dalam area ekowisata ini.

Pekalongan Mangrove Park ini dulunya merupakan tambak udang milik Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Pekalongan. Letaknya yang berada sangat dekat dengan ,laut menjadikan tambak udang tersebut rentan terhadap abrasi dan sekarang dialihfungsikan menjadi taman mangrove.

Baca juga:  DPMPTSP Kota Pekalongan Fasilitasi Pelaku Usaha untuk Selesaikan Permasalahan

Selain untuk melakukan pencegahan terhadap ancaman abrasi air laut yang semakin menggerus daratan yang ada di wilayah ini, Pekalongan Mangrove Park juga difungsikan sebagai tempat wisata. Selain bisa menikmati pemandangan pohon-pohon bakau yang hijau, di Mangrove Park ini kita juga bisa berkeliling menyusuri lorong-lorong rawa di antara pohon mangrove yang biasa disebut dengan lorong cinta menggunakan kapal yang bisa disewa.

Pohon-pohon mangrove yang ada di tempat ini tidak hanya ditanam oleh pemerintah saja, tetapi juga oleh beberapa kalangan yang peduli terhadap lingkungan di Pekalongan. Pihak pengelola siap menerima siapa saja yang ingin ikut berpartisipasi menanam pohon mangrove.

Baca juga:  DPMPTSP Kota Pekalongan Fasilitasi Pelaku Usaha untuk Selesaikan Permasalahan

Terdapat sebuah menara pandang di Mangrove Park ini yang bisa digunakan untuk melihat seluruh pemandangan dari ketinggian. Menara pandang ini hanya mampu menampung 3 orang saja, jadi sobat traveler yang ingin menaiki gardu pandang ini harus bersabar menunggu giliran. Jika kita datang pada sore hari, kita juga akan disuguhi pemandangan indah berupa matahari yang hendak tenggelam yang terlihat di atas pohon-pohon mangrove.

Fasilitas di Mangrove Park cukup komplet. Ada gazebo, menara pandang, area pembibitan mangrove, perpustakaan dan pusat informasi mangrove, jogging track, perahu catamarán dan toilet umum.

Baca juga:  DPMPTSP Kota Pekalongan Fasilitasi Pelaku Usaha untuk Selesaikan Permasalahan

Selain itu, aktivitas yang bisa dilakukan di sana adalah belajar ekosistem pantai dan belajar menanam bibit mangrove, memancing, menyaksikan koleksi flora dan fauna khususnya burung yang bersarang di hutan mangrove, bersantai sambil menyaksikan matahari terbit atau terbenam, menyaksikan aktivitas budidaya ikan tambak dan kepiting, berkeliling hutan mangrove dengan perahu catamaran.

Saat ini belum diterbitkan peraturan daerah yang mengatur tentang retribusi di Pusat Informasi Mangrove, sehingga belum ada penarikan biaya tiket masuk. Pengunjung hanya membayar parkir sebesar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat. Sedangkan untuk menyewa perahu menyusuri lorong cinta dikenakan biaya Rp 10.000 orang.