Awalnya Karantina Mandiri, Satu ODP Warga Mojosongo Dijemput Petugas Kesehatan

Ruang isolasi RSUD dr. Moewardi, Solo belum lama ini. (PUJOKO/LINGKAR JATENG)

SOLO– Ruang isolasi RSUD dr. Moewardi, Solo kembali merawat satu pasien positif corona yang berasal dari Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Banjarsari. Satu pasien yang menurut informasi berjenis kelamin perempuan tersebut pada Rabu (18/3) malam dijemput petugas yang mengenakan baju hazmat atau pelindung diri.

Sebelumnya, pasien ini masuk dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP) melakukan karantina mandiri. Karena memiliki hubungan keluarga dengan salah satu pasien positif Corona yang sedang dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. Moewardi.

Keterangan dijemputnya ODP oleh petugas berpakaian haznat tersebut disampaikan Lurah Mojosongo Winarto saat dihubungi Kamis (19/3). Sementara keterangan bahwa ODP tersebut merupakan pasien positif Corona berasal dari Gubernur Ganjar Pranowo.

Baca juga:  Bank Jateng Cabang Koordinator Surakarta Bersinergi dengan Korem 074/Warastratama Adakan Pelatihan UMKM bagi Anggota yang Memasuki Masa MPP

Winarto memperoleh informasi ada satu warganya yang akan dijemput petugas kesehatan dari pihak Kodim yang sudah menyiapkan mobil kesehatan. Menurut Winarto, penjemputan warganya dikawal langsung aparat TNI. Hanya beberapa orang saja yang menyaksikan proses penjemputan tersebut yaitu dirinya sendiri, Camat Banjarsari serta personil Kodim.

“Saya hanya melihat dari luar gang. Yang masuk petugas yang memakai baju astronot (hazmat, red),’’ kata Winarto.

Dijelaskan Winarto, dengan adanya 1 warga yang positif corona tersebut, maka jumlah warga yang dikarantina mandiri berada di tiga rumah yang berada di sisi kanan dan kiri rumah pasien positif Korona itu.

Baca juga:  Nana Sudjana: Sinkronisasi dan Kolaborasi Kunci Perencanaan Pembangunan Jawa Tengah

“Jumlah orangnya berapa sedang didata PKK kelurahan. Jadi rumah di dekat rumah pasien itu kaya rumah bedeng gitu loh. Disitu dihuni 3 KK. Jadi belum bisa dihitung berapa orangnya. Kalau yang tinggal dengan pasien yang dibawa petugas itu ada 3 orang,’’ ujar Winarto.

Menurut Winarto, ia telah meminta kepada Wali kota untuk melakukan karantina terhadap warga yang tinggal di dekat rumah pasien positif corona. Apalagi akses keluar hanya melalui satu gang saja tersebut.

“Saya mengusulkan agar dibuat pos penjagaan di akses masuk menuju rumah pasien positif virus Corona tersebut agar penanganannya lebih mudah,’’ ujar Winarno.

Baca juga:  Nana Sudjana: Sinkronisasi dan Kolaborasi Kunci Perencanaan Pembangunan Jawa Tengah

Misalnya dalam pengambilan sampah oleh petugas yang dipekerjakan dari kelurahan. Termasuk juga dalam hal pemberian bantuan logistik dan medical kit.

“Besok (Jumat, 20 Maret) akan ada rapat koordinasi dengan pihak Kecamatan. Saya akan sampakan usul proses karantina di 17 rumah tersebut, biar bisa berjalan mengenakkan bagi semua pihak,’’ ucapnya. (cr5/lut)