Untuk Hand Sanitizer, Pemkot Minta Pembebasan Cukai 6.000 Liter Alkohol

  • Bagikan
AUDENSI: Wali kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo bertemu Kepala Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso.(CR5/LINGKAR JATENG)

SOLO –Wali Kota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo mengajukan pembebasan bea dan cukai terhadap 6.000 liter alkohol untuk mengantisipasi kebutuhan etanol sebagai bahan pembuat handsanitizer untuk mendukung pelaksanaan KLB Corona di Kota Solo.

Permohonan Pemkot Solo tersebut disampaikan Wali kota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo saat bertemu dengan Kepala Bea Cukai Surakarta, Budi Santosa di rumah dinas wali kota, Loji Gandrung.

Setelah pertemuan tersebut, terungkap, bahwa Pemkot Surakarta ternyata telah mengajukan pembebasan bea cukai untuk 4.000 liter alkohol. Karena stok alkohol yang diperoleh dari hasil pembebasan bea cukai tersebut menipis, maka Pemkot Solo kembali meminta pembebasan cukai terhadap 6.000 liter alkohol.

Diungkapkan wali kota, untuk memenuhi kebutuhan handsanitizer pihaknya telah membeli sebanyak 4.000 liter alkohol dan sudah membaginya kepada masyarakat dengan menyediakannya di pasar tradisional, kantor kecamatan maupun kelurahan.

β€˜β€™Ini masih ada, dikirim ke kecamatan, ada dispenser disana. Masyarakat bisa mengambil dengan batasan 1 botol aqua. Nanti habis, dispenser diisi lagi,’’ kata wali kota.

Untuk mengantisipasi menipisnya persediaan alkohol tersebut, pemkot kembali mengajukan bebas cukai untuk pembelian 6.000 liter alkohol yang akan dibagikan kepada masyarakat untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat selama KLB Corona berlangsung.(cr5/mhs/lut)

  • Bagikan