Tips  

Tips Mendonasikan Makanan di Tengah Wabah Corona ala Juri Master Chef

Menu makanan

LINGKARJATENG.COM – Banyak pihak yang tergerak hatinya untuk memberikan bantuan kepada tenaga medis yang berjuang merawat pasien corona. Salah satu caranya adalah dengan mendonasikan makanan.

Prinsip utama saat mendonasikan makanan bagi mereka yang berjuang merawat pasien atau terdampak wabah Covid–19 yaitu bersih dan sehat. Begitu pesan juru masak atau chef Degan Septoadji saat memberikan tips donasi makanan di Graha BNPB Jakarta belum lama ini.

Degan menekankan aspek kebersihan dalam pengolahan bahan baku, alat yang digunakan hingga penyajian makanan. Menurutnya, personal grooming sangat penting untuk menjamin makanan sehat.

“Jadi seperti cuci tangan di setiap saat, kemudian pakaian kita bersih ya, kemudian, alat-alat kita juga harus dijaga, supaya alat-alat juga bersih. Kemudian, saat kita memilih bahan-bahan makanan, itu juga harus kita pastikan, bahwa sumbernya itu bersih dan kita juga harus memilih bahan-bahan yang memang baik kondisinya dan kualitasnya bagus,” ujar Juri Master Chef Indonesia.

Di samping bersih, makanan yang didonasikan juga sehat. Kita perlu mempertimbangkan nutrisi makanan yang akan disajikan, seperti karbohidrat, serat, dan protein. Nutrisi tersebut dapat disajikan dalam menu seperti nasi, kentang, mie, sayuran, telor, daging, ikan maupun tahu dan tempe.

Degan memberikan tips juga pengolahan bahan baku yang tersedia sehingga memberikan manfaat bagi yang mengkonsumsinya.

“Kemudian yang juga penting adalah cara masaknya. Itu mungkin yang sangat penting juga. Jadi, jangan semua digoreng, jadi harus seimbang, ada yang digoreng, ada yang dikukus, ada juga yang mungkin dipanggang ya. Itu semua istilah kulinernya cooking method yang sehat,” kata Degan.

Menyikapi kondisi yang mungkin susah untuk ke luar rumah, ada baiknya membeli bahan makanan yang awet. Chef menyarankan untuk menyimpan jenis bahan baku seperti kentang, tomat, telur.

“Pastikan, bahwa telur itu disimpan di kulkas. Jangan di luar, jangan dipanas-panas ya,” pesan Degan.