Kali Pertama, Dua Anak Positif Covid-19 di Kota Solo  

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Ahyani Sidik

SOLO – Pasien positif virus corona (covid-19) di Kota Solo menunjukkan penambahan dua orang yang terjangkit virus tersebut.

Bahkan, dua pasien tersebut merupakan anak-anak. Kasus anak positif covid-29 di Kota Solo baru kali pertama ini Jumat (24/4).

Dengan munculnya 2 pasien positif Covid-19 dari anak-anak tersebut, menambah jumlah pasien positif corona di Kota Solo menjadi 15 pasien. Rinciannya, 10 pasien dalam perawatan, 2 isolasi mandiri, 1 pasien sembuh dan 2 meninggal dunia.

“Dua pasien positif Covid-19 ini anak-anak. Satu pasien dari Jebres dan satublagi dari Nusukan. Transmisi lokal. Anak-anak. Naik kelas dari PDP. Kasihan. Ini sedang di tracing mengapa bisa terjadi,’’ ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Ahyani Sidik dalam jumpa pers Covid-19 di Balai kota, Kamis (23/4/2020) sore pukul 17.00 WIB.

Baca juga:  Berikan Layanan Transportasi Maksimal, Pemkab Jepara Raih Penghargaan Kategori Inisiatif dan Kemandirian

Dijelaskan Ahyani, 2 anak yang positif Covid-19 tersebut berusia dibawah 10 tahun. Mereka tertular. Biasanya begini, bisa dari orang tua, pengasuh, mungkin saat ada kunjungan, bersinggungan.

Saat ini 2 anak terkonfirmasi positif corona tersebut dirawat di rumah sakit rujukan bersama orang tua mereka yang juga ikut isolasi mandiri.

Terhadap orang tua dari 2 anak tersebut, telah dilakukan test swab, namun hasilnya belum keluar.

“Kedua anak tersebut ditangani secara khusus, mereka masih tergantung kepada orang tua,” ujar Ahyani.

Selain penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif, Ahyani juga menyampaikan pembaruan data. Pada Selasa (21/4/2020) kemarin, pasien ke-11 asal Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari telah pindah ke Sukoharjo. Dengan demikian, namanya dikeluarkan dari data perkembangan kasus Covid-19 di Solo.

Baca juga:  Berikan Layanan Transportasi Maksimal, Pemkab Jepara Raih Penghargaan Kategori Inisiatif dan Kemandirian

“NIK (nomor induk kependudukan) warga Setabelan ini sudah pindah ke Sukoharjo sehingga datanya ditarik ke sana,” terang Ahyani.(cr5/lut)