Biaya 1 Kali Test Swab Covid-19 Rp 1,5 Juta, Rapid Test Rp 250 Ribu

BLAK-BLAKAN: Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr. Yunia Wahdiyati.(CR5/LINGKAR JATENG)

SUKOHARJO – Biaya test swab mengambil anggaran terbesar dalam penanganan pandemic Covid-19 bagi pemerintah daerah. Biaya satu kali test swab mencapai Rp 1,5 juta. Padahal satu pasien Covid-19 paling tidak harus melalui 4 kali test swab.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, dr Yunia Wahdiyati menjelaskan penanganan pasien Covid-19 menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Sementara masyarakat yang terkena virus corona dibebaskan dari biaya.

”Jadi anggaran penanganan Covid-19 itu cukup tinggi karena ditanggung daerah. Dan yang paling banyak menyedot anggaran itu untuk uji swab,” kata Yunia.

Menurut Yunia, Pemkab Sukoharjo berkomitmen mempercepatan penanganan, dimana selama ini penanganan Covid-19 bisa berjalan cepat dan maksimal karena didukung anggaran yang memadai.

Yunia menerangkan seorang pasien positif corona minimal melakukan test swab sebanyak empat kali, dua kali diawal guna memastikan pasien tersebut positif dan dua kali diakhir atau sampai dinyatakan negatif.

“Seorang pasien positif corona sejak hari pertama diketahui positif, pada hari ke-14 dilakukan test swab ulang untuk evaluasi. Jika hasil swab test pada hari ke-14 dinyatakan negatif, pasien dinyatakan sembuh. Namun apabila masih positif, akan menjalani test swab ulang,” jelas Yunia.

Menurut Yunia, meski mahal, kebutuhan anggaran tetap dipenuhi mengingat hal tersebut sudah jadi komitmen Pemkab Surakarta dalam penanganan virus Corona. Yunia mengklaim, selama ini penanganan Covid-19 bisa berjalan cepat dan maksimal karena didukung anggaran yang memadai.

Selain test swab, anggaran rapid test juga sangat besar. Satu kali rapid test menghabiskan anggaran Rp 250.000. Yunia mengatakan sejauh ini belum bisa melakukan rapid test secara massal karena keterbatasan alat.(cr5/one/lut)