Bupati Jajal Sirkuit Muntil Bukit Tanggeban

Bupati Pemalang, Junaedi
NAIK-TURUN: Bupati Pemalang, Junaedi mengendarai Jeep off-road melintasi Sirkuit Muntil di area Bukit Tanggeban. (HUMAS KAB. PEMALANG/ JOGLO JATENG)

PEMALANG – Dengan menggunakan Jeep off-road, Bupati Pemalang, Junaedi bersama Dandim 0711/Pemalang, Letkol Inf Irvan Christian Tarigan, dan beberapa komunitas lainnya menguji lintasan off-road Sirkuit Muntil di area Bukit Tanggeban, Desa Nyalembeng, Kecamatan Pulosari.

Di lokasi itu, Junaedi mengungkapkan awal adanya Sirkuit Muntil karena sebelumnya ia melihat adanya potensi yang sangat luar biasa di lokasi tersebut. Kemudian pihaknya mendiskusikan dengan pihak-pihak terkait lainnya, bahwa ada bukit yang berpeluang untuk dijadikan destinasi wisata yang cukup menarik.

“Saya sudah beberapa kali ke sini, dari teman teman generasi muda Desa Nyalembeng, Pemdes dan Pengelola Bukit Tanggeban, maka tercetuslah sirkuit ini,” kata Junaedi, belum lama ini.

Baca juga:  KASN Minta Klarifikasi soal Pengisian JPTP Diskominfo Pemalang

Agar wisata itu tidak hanya parsial, Junaedi menyarankan supaya destinasi wisata tersebut bisa kolektif, inovatif dan ada klaster-klaster. “Di sini ada sirkuit, di daerah lain ada apa yang perlu di pikirkan,” katanya.

Junaedi menjelaskan, Pemkab Pemalang melalui Dinas Pariwisata, memberikan masterplain kepariwisataan se Kabupaten Pemalang, salah satunya di Desa Nyalembeng. Karena di RPJMD 2016 -2021, dari sepuluh desa prioritas, Desa Nyalembeng masuk menjadi salah satu destinasi wisata unggulan.

Sementara itu, Defri, salah seorang pengelola wisata Bukit Tanggeban, saat ditemui di lokasi tersebut mengatakan, lintasan off-road Sirkuit Muntil merupakan salah satu wahana baru di objek wisata Bukit Tanggeban dengan panjang lintasan sekitar dua kilometer. Defri menjelaskan, di sirkuit itu, wisatawan bisa menguji adrenalin ketika menyusuri lintasan yang cukup menantang dengan menggunakan Jeep off-road mengelilingi Bukit Muntil.

Baca juga:  Dewan Ingatkan Masyarakat tak Salah Pilih

Selain sirkuit muntil, Defri juga menyebutkan beberapa wahana lain yang ada di bukit tanggeban, antara lain, Taman langit bukit tanggeban ATV adventure, tanggeban park, flaying fook, dan tanggeban fishing. Untuk memasuki wisata tersebut, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp.10 ribu. parkir Rp. 2 ribu untuk motor, atau Rp. 5 ribu untuk mobil.

Terkait dengan upaya mencegah penyebaran dan penularan covid-19, pihak pengelola bukit tanggeban selalu menerapkan protokol kesehatan. Di samping mengingatkan pengunjung untuk senantiasa menggunakan masker dan jaga jarak aman, sarana cuci tangan pakai sabun juga tersedia dibeberapa lokasi.

Baca juga:  Hari Jadi ke-449 Pemalang: Ikhtiar Majukan Masyarakat

“Protokol kesehatan, di loket ada APD, termogun, di area wisata kita sediakan sarana CTPS. Untuk social destancing, tetap kita ada sosialisasi yang dilakukan oleh pengelola setiap setengah jam sekali. Untuk area sendiri karena cukup luas, kami persilahkan pengunjung untuk menjaga jarak aman,” ujar Defri. (hms/gih)