Moro Borobudur Dorong Pulihkan Ekonomi Masyarakat

Wisata Budaya Candi Borobudur
ISTIMEWA: Wisata Budaya Candi Borobudur. (Instagram.borobudurpark/ JOGLO JATENG)

MAGELANG – Event Moro Borobudur yang diadakan oleh Forum Rembug Klaster pariwisata Borobudur, di Balkondes Ngargogondo Borobudur Magelang, baru-baru ini. Diharapkan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat sekitar Borobudur.

“Saya menyambut baik acara ini. Meski masih dalam pandemi Covid-19, namun para pelaku wisata, seniman dan UMKM harus terus bergerak, kendati acara harus dilakukan secara hybrid,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat membuka acara ini.

Gubernur juga menginginkan Moro Borobudur dilaksanakan secara mingguan. Sehingga ada pertunjukan yang disajikan meskipun harus secara virtual. Seperti halnya Tour De Borobudur yang dilakukan secara retail setiap Minggu, dengan target 22 kali. “Sampai saat ini sudah berjalan 12 kali dan saya mengikuti terus,” katanya.

Baca juga:  Jepara Ourland Park Tawarkan 36 Seluncuran Air Berbagai Ukuran

Demikian pula halnya Borobudur Marathon yang akan dilakukan secara hybrid di musim pandemi Covid-19.

Penyelenggara tidak kehilangan akal agar event internasional ini bisa terus berjalan. Sehingga, untuk Moro Borobudur sebisa mungkin dilaksanakan rutin. Hal itu untuk mendorong semua sektor terus bergerak, seperti olahraga, kesenian, UMKM, pariwisata dan sebagainya.

“Karena tadi saat saya mampir di UMKM Borobudur, ternyata selama pandemi produksi mereka tidak ada yang beli. Maka dari itu, mari terus giatkan kegiatan seperti ini namun tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.

Ketua Forum Rembug Klaster Pariwisata Borobudur, Kirno Prasojo mengatakan, bahwa acara ini untuk menggeliatkan kegiatan pariwisata, yang sejak pandemi tidak pernah ada.

Baca juga:  Nikmati Asrinya Wisata Alam Plunyon

Meski demikian, penyelenggaraan ini tetap dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, bahkan diawasi oleh gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. “Kita sudah punya ijin dari gugus tugas Kabupaten Magelang,” ungkapnya.

Kirno mengatakan, bahwa jumlah pelaku pariwisata di sekitar Borobudur ada 250, yang tidak bisa berkegiatan apa-apa. Baik itu UMKM, jasa trasnport, oleh-oleh, homestay. “Jadi kita adakan kegiatan ini untuk memulai agar ada kegiatan,” katanya.

Untuk Moro Borobudur, akan ditampilkan kesenian etnik, kesenian rakyat dan  UKM ekspo. “Moro Borobudur ini event Jateng, sehingga yang tampil tidak hanya dari Borobudur saja tapi dari beberapa kota,” ungkapnya.

Ia mengatakan, event ini dinamakan Moro Borobudur, yang artinya datang ke Borobudur. Jadi tujuannya agar wisatawan banyak datang ke Borobudur. Ia berencana kegiatan ini tidak hanya sekali, namun berkelanjutan. Bila situasi normal, sebanyak 250 klaster pariwisata akan diajak semua.

Baca juga:  Hidupkan Optimisme dan Semangat

Oka Zakaria, inisiator Moro Borobudur menyebutkan, bahwa awalnya sekitar 7 bulan lalu, para pelaku industri kreatif, seniman, UKM, pelaku wisata, tidak pernah memiliki kegiatan. Akhirnya didiskusikan sejak tiga bulan lalu, bagaimana agar mereka bangkit. “Maka jadilah kegiatan Moro Borobudur yang artinya agar wisatawan datang ke Borobudur,” paparnya.

Oka berharap event ini menjadi triger bagi semua stakeholder pariwisata untuk mulai bergerak lagi. Kaitannya dengan pemulihan ekonomi nasional seperti yang dianjurkan Presiden Jokowi. (hms/yos)