Dongkrak Kopi Lokal lewat Kompetisi Barista

lomba V60 Fun Battle
ANTUSIAS: Peserta lomba V60 Fun Battle menyeduh kopi di hadapan dewan juri di GOR Ki Ageng Makukuhan Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, baru-baru ini. (HUMAS/ JOGLO JATENG)

TEMANGGUNG – Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Provinsi Jawa Tengah bersama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah. Mengajak para pemuda di Kabupaten Temanggung, untuk bangkit ekonomi serta mendongkrak kopi lokal. Dengan menggelar kompetisi menyeduh kopi (V60 Fun Battle).

Sekretaris Disporapar Jateng, Sulistyo mengatakan, kegiatan ini untuk memotivasi para pemuda berkreasi dibidang pengolahan kopi. Harapannya karena sudah memiliki kemampuan, mereka bisa terjun menjadi barista profesional yang langsung bekerja dan akan mengatasi persoalan ekonomi akibat pandemi.

“Kita tahu pandemi ini agak menggoncang ekonomi, tetapi kita sangat berharap dengan kreasi dari teman-teman muda ini dalam meracik kopi dapat membangkitkan perekonomian masyarakat,” katanya ditemui disela lomba, baru-baru ini.

Baca juga:  Dukung Sudaryono Maju Pilgub Jateng, Emak-emak di Temanggung Deklarasi

Menurutnya, meskipun para peserta masih pemula dalam kapasitas meracik kopi. Tetapi mereka sudah tersertifikasi melalui lembaga sertifikasi profesi.

Koordinator lomba V60 Fun Battle, Imam Abdul Rofiq mengatakan, karena sekarang masih suasana pandemi, maka peserta dibatasi hanya 36 orang saja. Peserta merupakan perwakilan dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Temanggung, sehingga merupakan representasi dari seluruh wilayah.

“Kegiatan V60 Fun Battle ini jarang sekali dilakukan di Temanggung, apalagi dengan sasaran barista pemula. Kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya untuk mendongkrak keberadaan kopi lokal. Jadi untuk lombanya menggunakan bahan baku Kopi Robusta Temanggung,” terangnya.

Baca juga:  Bappeda Gelar Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan di Jateng

Joni Kurniawan salah satu peserta asal Bansari mengatakan cukup senang bisa mengikuti kompetisi ini. Sebagai pemula ia ingin menjajal kemampuannya dalam meracik kopi. Melalui cara demikian bisa diukur kemampuannya dibanding barista lain. Sehingga jika ada kekurangan terus diperbaiki sebagai bekal untuk masa depan menjadi barista profesional.

“Saya masih pemula, tapi mencoba ikut kompetisi untuk mengasah kemampuan dalam mengolah kopi dengan baik. Sebelum lomba sudah melakukan persiapan, karena di sini diperlukan tehnik khusus, termasuk bagaimana step-stepnya, komposisi kopi sampai pengaturan waktu dan suhu airnya,” katanya. (hms/yos)