Masjid Agung Nurul Kalam Diresmikan

Masjid Agung Nurul Kalam Pemalang
RESMIKAN: Bupati Pemalang H. Junaedi SH, MM saat menandatangani prasasti peresmian Masjid Agung Nurul Kalam Pemalang, Kamis (3/12). (AFIFUDIN/ JOGLO JATENG)

PEMALANG Madjid Agung Nurul Kalam Kabupaten Pemalang diresmikan Bupati Pemalang Junaedi pada Kamis (3/12) malam lalu. Peresmian tersebut dihadiri oleh Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), pengurus masjid, serta tokoh masyarakat.

Didampingi perwakilan pengurus masjid, penandatanganan prasasti dilakukan Junaedi, dengan diiringi pemukulan bedug masjid. Kemudian dilanjutkan dengan keliling melihat hasil pembangunan masjid.

Junaedi dalam sambutannya mengatakan, proses pembangunan masjid ini dilalui dengan proses politik yang panjang. Menurutnya terealisasinya pembangunan ini tidak lepas dari doa para kiai, ulama serta masyarakat Kabupaten Pemalang.

Baca juga:  Ratusan Remaja Dibawah Umur Ajukan Dispensasi Nikah

“Meski sempat tertunda selama satu tahun, akhirnya masjid ini sekarang bisa diresmikan dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Pemalang untuk syiar keagamaan,” katanya.

Junaedi melanjutkan, pembangunan masjid ini merupakan aspirasi dari masyarakat, kiai serta ulama setempat.  Harapannya semoga dengan adanya masjid ini, kaum muslim khususnya di daerah Pemalang sekarang punya kebanggaan monumental yang terwujud dalam masjid ini.

Junaedi juga berpesan kepada seluruh komponen yang ada di dalamnya. Baik remaja masjid, yayasan, jamaah, maupun masyarakat Pemalang agar bersatu mengelola masjid Agung tersebut dengan sebaik-baiknya.

Baca juga:  Fraksi Gerindra DPRD Pemalang Tak Ganti Baskoro yang Sakit, Ini Alasannya

“Ayo kita bersama-sama mengelola masjid ini bersama-sama dengan sebaik-baiknya dari berbagai sisi untuk menjaga masjid kebanggaan milik kita bersama ini,” pungkasnya.

Pembangunan Masjid Agung Nurul Kalam yang dikerjakan oleh PT Anggaza Widya Ridhamulia ini memakan waktu kurang lebih 1,5 tahun. Dalam proses pengerjaannya total anggaran yang digunakaan sebesar Rp 39,5 miliar.

Dengan luas tanah seluas 2.000 meter persegi, Masjid Agung Nurul Kalam ini terdiri dari 4 lantai. Serta didesain menggunakan sayembara terbuka yang diikuti oleh arsitek dari berbagai daerah di Indonesia dengan habaib, ulama dan kiai sebagai dewan jurinya. (cr1/fat)

Baca juga:  Banpol 2024 di Pemalang akan Diberikan 2 Tahap