Kudus  

Cegah DBD, Puskesmas Jati Cek Tampungan Air Warga

Petugas Puskesmas Jati
CEK LINGKUNGAN: Petugas Puskesmas Jati, saat mengecek kondisi tampungan air di rumah-rumah warga setempat, Minggu (27/12). (SYAMSUL HADI/ JOGLO JATENG)

KUDUS – Puskesmas Jati Kudus, bersama kader jumantik mengecek tampungan air di masing-masing rumah warga, Minggu (27/12). Hal itu dilaksanakan guna mencegah meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di desa wilayah Kecamatan Jati.

Pada tahun ini, telah terjadi 26 kasus DBD di wilayah tersebut. Sementara korban meninggal sendiri tidak ada atau nol kasus. Data tersebut berdasarkan dari wilayah kerja Puskesmas Jati. Yakni Desa Pasuruhan Lor, Pasuruhan Kidul, Jati Kulon, Ploso, Jati Wetan, Tanjung Karang, Jetiskapuan, dan Loram Kulon.

Kepala UPT Puskesmas Jati Kudus, Ahmad Muhammad mengatakan, pihaknya berkeliling ke rumah-rumah warga untuk memastikan hygiene sanitasi sumber air tetap terjaga. Sekaligus kegiatan yang dilakukan pasca banjir.

Baca juga:  SMP 1 Gebog Buka Layanan Input PPDB

“Petugas memonitoring sekaligus memberikan edukasi kepada warga secara langsung. Kami juga memberikan kaporit di sumur-sumur yang ada di rumah. Untuk mengantisipasi terjadinya penyakit, yang bersumber dari mata air,” ucapnya, Senin (28/12).

Pihaknya mengungkapkan, kegiatan tersebut memang sudah diagendakan dan dijadwalkan. Sebagai bentuk antisipasi timbulnya penyakit pasca banjir. Khususnya di Dukuh Tanggulangin, Dukuh Gendok, dan Dukuh Barisan Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus.

“Air banjir kan cenderung kotor, banyak sekali mengandung bakteri yang dapat menimbulkan penyakit. Sumber air yang digunakan warga juga harus kita amankan, jangan sampai menimbulkan penyakit,” terangnya.

Baca juga:  Memaknai Kurban sebagai Wujud Kehambaan dan Sarana Perkuat Iman

Dengan dilakukannya kegiatan tersebut, Ahmad mengharapkan, agar tidak adanya terjadi penyakit DBD atau yang lainnya terhadap warga. Karena tindak lanjut yang dilaksanakan pasca genangan banjir surut dimaksimalkan.

“Diharapkan ya tidak adanya penyakit yang timbul di masyarakat. Maka dari itu kami melihat tampungan air dan edukasi kepada warga, guna untuk mencegah penyakit-penyakit,” imbuhnya.(sam/akh)