Sambut Tahun Baru 2021, Sanggar Greget Tampilkan Beragam Tari Secara Daring

  • Bagikan
Sanggar Greget
Pagelaran "Festival Atraksi Wisata Budaya Tari Nusantara" oleh Sanggar Greget Semarang. (ANTARA/ JOGLO JATENG)

SEMARANG – Bertajuk “Festival Atraksi Wisata Budaya Tari Nusantara”, Sanggar Greget menampilkan beragam tarian dari berbagai daerah secara daring untuk menutup tahun 2020 sekaligus menyambut tahun 2021.

Kegiatan seni budaya yang digelar di Museum Ranggawarsita itu dapat disaksikan masyarakat melalui akun Youtube Sanggar Greget Semarang.

Wali Kota Semarang

Dalam pertunjukkan secara daring tersebut, Sanggar Greget menyuguhkan 11 tarian yaitu Tari Gunungan, Tari Rongtayen, Tari Pakarena, Tari Geumbira Aceh, Tari Dwi Putri, Tari Jaipong Manis, Tari Larasati Krida, Tari Rantak, Tari Margapati, Tari Sang Ruci, dan Tari Terompet.

Pengasuh Sanggar Greget Yoyok Bambang Priyambodo mengatakan bahwa “Festival Atraksi Wisata Budaya Tari Nusantara” ini menjadi gelaran terakhir sanggarnya di tahun 2020, dimana para penari menyuguhkan beragam tari di nusantara kepada masyarakat penikmat seni.

“Kami mencoba membawakan semangat nusantara dalam penyajian ini. Ada beberapa tari yang kami suguhkan berasal dari beberapa wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa,” katanya.

Baca juga:  Atasi Banjir, Mas'an Usulkan Pemasangan Filter

Ia menyebutkan ada beberapa tari yang dibawakan anggota sanggarnya yang masih masuk kategori anak-anak sebagai upaya agar yang bersangkutan tertarik terhadap karya seni nusantara sejak dini.

“Oleh karena itu, kami merasa perlu mengenalkan karya-karya tari nusantara pada anak-anak sejak kecil agar mereka tertarik dan mau mempelajari lebih dalam lagi ketika dewasa,” ujarnya.

Yoyok berharap pada 2021, kesenian tradisi tetap ada dan setiap generasi ada yang mau mendedikasikan diri supaya kesenian tradisi tetap lestari.

“Itu menjadi salah satu cita-cita kami. Kenapa kami mengajak anak menari sejak kecil? agar ketika dewasa tumbuh keinginan atau minimal mereka memiliki dasar untuk belajar dan menjaga tradisi agar tetap lestari,” katanya.(ara/rds)

Pemalang
  • Bagikan