Pengembangan UMKM Terkendala Modal

  • Bagikan
UMKM di Kudus
USAHA: Salah satu UMKM di Kudus yang masih eksis selama pandemi. (SYAMSUL HADI/ JOGLO JATENG)

KUDUS – Modal masih menjadi kendala bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus. UMKM setidaknya membutuhkan modal awal sekitar 15 juta. Hal ini diungkapkan oleh Dewan Pimpinan Cabang Pengusaha Mikro Kecil Menengah (DPC PMKM) Prima Indonesia Kudus.

Wakil Ketua DPC PMKM Prima Indonesia Kudus Sugiharto mengatakan, 15 juta tersebut merupakan rata-rata dana yang dibutuhkan para pengusaha. Meski bisa kurang maupun jauh membengkak berdasarkan bidang dan jangkauan usaha, angka tersebut adalah acuan dasar yang bisa diterapkan.

Menurut Sugiharto, UMKM di DPC PMKM Prima Indonesia Kudus belum mendapatkan bantuan untuk permodalan pada 2020. Yang diperoleh hanya bahan baku produksi dari program Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop UKM).  Itu pun hanya sekali.

Baca juga:  Ribuan Pengusaha Mikro Terima Bantuan Produksi

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan UKM Disnaker Perinkop UKM Kudus Rofiq Fachri mengungkapkan, untuk mengembangkan kembali pelaku UMKM, dinasnya melaksanakan program bantuan Jaring Pengaman Ekonomi (JPE). Ia mengiyakan bahwa bantuan masih dalam bentuk bahan baku saja.

“JPE tahap-tahap pertama dulu memang bahan baku produksi, supaya pelaku UMKM masih bisa tetap berjalan di bidang makanan ringan. Di konveksi dan fashion, kami suruh membuat masker untuk didistribusikan ke kami yang akan dikirim ke pusat,” terangnya, beberapa waktu lalu.

Bantuan JPE di akhir 2020 berupa uang senilai Rp 2,4 juta. Penyalurannya diberikan langsung kepada UMKM yang terdampak akan pandemi. (sam/abu)

  • Bagikan