Trans Jateng Bakal Layani Rute Semarang-Grobogan Tahun Ini

Trans Jateng
SIAP-SIAP: Sejumlah petugas berjalan di depan armada bus rapid transit (BRT) Trans Jateng seusai diluncurkan di Terminal Bus Bawen, Kabupaten Semarang, beberapa waktu lalu. (ANTARA/ JOGLO JATENG)

SEMARANG – Hingga akhir 2020 terdapat lima koridor baru bus rapid transit (BRT) Trans Jateng yang beroperasi. Tahun ini, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah berencana membuka koridor baru BRT Trans Jateng rute Semarang-Gubug (Grobogan).

“Tahun ini, kami berencana membuka koridor kawasan aglomerasi Kedungsepur, rute Terminal Penggaron (Semarang) – Terminal Gubug (Grobogan),” kata Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Satriyo Hidayat, Senin (4/1).

Dikatakan, rute Semarang-Bawen merupakan jalur yang pertama dibuka pada 2017. Disusul rute Purwokerto-Purbalingga pada 2018, kemudian Semarang-Kendal pada 2019.

Ia menjelaskan, selama tiga tahun melayani masyarakat Jawa Tengah, Trans Jateng memiliki 84 armada, yang dijalankan dengan sistem “buy the service“, yang disiapkan oleh operator eksisting. Selain melayani penumpang, pengoperasian puluhan armada ini juga menyerap ratusan tenaga kerja, mulai dari pramudi, pramujasa, hingga tenaga mekanik.

Baca juga:  Pakar: Polemik Kecurangan PPDB Kerap Terjadi Tiap Tahun

“Penyerapan tenaga kerja di Trans Jateng tetap memperhatikan kinerja dan integritas. Hingga 2020, Manajemen Trans Jateng telah menerapkan sanksi keras berupa pemecatan sebanyak empat kali,” ujarnya.

Sementara, lanjutnya, teguran tertulis dan pemberian surat peringatan berjumlah total 404 kali, serta telah mengembalikan 130 barang bawaan milik penumpang yang tertinggal di Trans Jateng. Proses itu dilakukan setelah mendapatkan aduan dari pengguna Trans Jateng.

“Sampai dengan Desember, total penumpang yang telah menggunakan jasa kami sebanyak 8,8 juta orang. Harapan kami pada 2021 bisa melayani hingga 10 juta penumpang. Untuk keterserapan tenaga kerja, total ada 691 (orang) terdiri dari 411 petugas Trans Jateng dan 280 operator,” imbuhnya.

Baca juga:  Unwahas Gelar Kuliah Tamu Bahas Pembangunan Berkelanjutan dan Hukum Bisnis

Ke depan, kata Satriyo, manajemen Trans Jateng akan fokus mengembangkan sistem pembayaran nontunai dan aplikasi di android. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam menggunakan Trans Jateng (Aplikasi Si Anteng).

“Trans Jateng merupakan bagian dari program Gubernur-Wakil Gubernur Jateng. Terima kasih kepada penumpang kami, karena anda kami ada,” pungkasnya. (git/gih)