Ita Jadi Penerima Vaksin Pertama

Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu (Ita)
VAKSINASI: Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu (Ita) saat menjalani penyuntikan Vaksin Covid-19 di Lantai 10 Gedung Dinas Kesehatan Kota Semarang, Kamis (14/1). (NANANG/ JOGLO JATENG)

SEMARANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang melakukan vaksinasi tahap pertama untuk para penerima prioritas vaksin Covid-19, kemarin. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang sebelumnya menyatakan siap menjalani vaksinasi diputuskan untuk tidak mendapat vaksin. Hal ini dikarenakan statusnya sebagai penyintas Covid-19 dan memiliki antibodi cukup besar dengan ukuran 1/130.

“Saya termasuk penyintas dan ketika pemeriksaan antibodi kemarin ukurannya bisa dibilang di atas normal, yaitu 1/130, jadi ya saya tidak mendapatkan vaksin,” ujarnya, Kamis (14/1).

Pejabat publik yang mendapatkan vaksin tahap pertama tersebut antara lain Wakil Wali Kota Semarang, Kapolrestabes Semarang, Dandim 0733/BS Semarang, Dandenpom IV/5 Semarang, Ketua Kejaksaan Negeri Kota Semarang, Ketua Pengadilan Negeri Semarang. Selain itu, terdapat juga Ketua DPRD Kota Semarang, Ketua MUI Kota Semarang, Ketua Kadin Kota Semarang, Ketua IDI Kota Semarang, Kepala BPOM Kota Semarang, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Ia menambahkan, filter anti bodi dalam tubuhnya bersifat fluktuatif dan enam bulan kemudian baru akan divaksinasi. Ia menganggap apa yang menjadi keputusan DKK Semarang sudah tepat dan sesuai dengan anjuran medis.

“Nanti pada saatnya mulai turun, baru nanti akan divaksin, untuk saat ini belum. Saya justru ingin menyumbangkan plasma untuk para pasien Covid-19,” imbuhnya.

Hendi juga menegaskan, proses vaksinasi kepada sejumlah pejabat publik di Semarang itu merupakan pembuktian bahwa vaksin tidak berbahaya dan halal. Selain itu, proses vaksinasi tersebut diharapkan mampu menambah antibodi para pejabat publik yang sering bersinggungan dengan banyak orang.

“Vaksinasi kali ini adalah bukti vaksin tidak berbahaya, selain itu juga untuk ketahanan pejabat publik. Mereka itu rentan karena sering ketemu banyak orang,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu, mengaku sempat grogi ketika ketika hendak disuntik vaksin. Menurutnya, tensi darahnya sempat naik karena tekanan menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin Covid-19 di Kota Semarang.

“Sempat deg-degan karena tensi sempat naik. Tapi Alhamdulillah tidak ada yang dirasakan setelah 30 menit. Rasanya seperti disuntik vaksin yang lain,” ujar wanita yang akrab disapa Ita.(cr2/akh)