UIN Walisongo Gandeng Karang Taruna untuk Tanam Mangrove

mahasiswa KKN UIN Walisongo
PEDULI: Sejumlah mahasiswa KKN UIN Walisongo melakukan penanaman bibit mangrove bersama karang taruna setempat di pesisir pantai desa Kadilangu Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati pada Minggu (17/01). (NANANG/ JOGLO JATENG)

PATI – Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram Dari Rumah Angkatan 11 UIN Walisongo Semarang mengadakan penanaman ribuan bibit mangrove. Kegiatan itu dilakukan di pesisir pantai Desa Kadilangu Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati pada Minggu (17/01).

Penanaman mangrove terlaksana atas kerjasama dengan beberapa kuminitas dan pemuda setempata. Diantaranya Katang Taruna Abisaka Kadilangu, Karang Taruna Soponyono Bakaran Wetan, Komunitas PPUP (Peduli Pantai Utara Pati), Komunitas PPL (Pemuda Pemudi Langgenharjo) dan SEJATI (Sedulur Jelajah Pati).

Koordinator Desa KKN MIT DR UIN Walisongo, Agung Sulistiyo Juliyanto mengatakan, mahasiswa seharusnya mulai menanamkan rasa kepedulian terhadap lingkungan, termasuk di lingkungan pesisir. Menurutnya, dengan kepedulian tersebut, mahasiswa mampu membantu menyelamatkan ekosistem alam dari segala bentuk kerusakan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Berperan Aktif Kelola Bank Sampah Bersama Ibu-ibu Penggerak PKK

“Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja kelompok kita dalam mengkampanyekan gerakan go green. Kebetulan kita juga diajak bekerja sama dengan komunitas pencinta alam, jadi kita berharap kegiatan ini bisa membantu melestarikan alam,” kata Agung pada Minggu (17/01).

Ia juga menyampaikan bahwa agenda tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Indonesia. Ia menjelaskan bibit mangrove yang akan ditanam berjumlah kurang lebih sebanyak 2500 bibit.

“Kami berharap semoga tanaman mangrove ini nantinya dapat tumbuh secara optimal. Sehingga dapat mencegah adanya abrasi dan dapat memperindah daerah pesisir pantai,” tuturnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Edukasi Lingkungan melalui Penanaman Biopori di Desa Karanganyar

Imam Rosidi selaku Ketua Komunitas SEJATI berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa peduli, rasa empati para pemuda untuk merawat serta memperhatikan lingkungannya. Menurutnya, rasa kepedulian tersebut muncul dari dalam diri pemuda masing-masing.

“Kami berharap semoga pasca kegiatan ini, akan ada semakin banyak kelompok masyarakat yang mau memikirkan lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.

Sementara itu, Ulil Albab mewakili Karang Taruna Abisaka mengatakan prihatin terhadap kelestarian di desanya. Karena masyarakat kurang sadar untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Dalam kegiatan ini saya ucapkan terima kasih kepada semua teman-teman yang telah berpartisipasi dan harapan kedepannya semoga kegiatan ini menjadi motivasi, inspirasi desa lain dalam hal menjaga kelestarian lingkungan, syukur-syukur bisa menjadi desa wisata.” tandasnya. (cr2/fat)