Dewan: Tiap Daerah Banjir Harus Ditangani secara Berbeda

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Masan
LANGKAH: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Masan. (SYAMSUL HADI / JOGLO JATENG)

GUNA mengatasi banjir yang kerap terjadi setiap tahun di Kabupaten Kudus, ada  lebih dari satu cara yang bisa dilakukan. Cara-cara tersebut berbeda sesuai penyebab dan latar belakang wilayah yang terdampak bencana. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Masan.

Di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, jelas Masan, penanganannya yakni dengan cara menyediakan pompa air agar dapat disedot ke sungai. “Di Dukuh Barisan, Gendok, Tanggulangin, Desa Jati Wetan itu kan memang lokasinya di dataran rendah, jadi penanganannya memaksimalkan pompa folder air yang ada. Hal ini agar air mengalir ke sungai. Tapi saat ini tidak berjalan maksimal,” ucapnya di Kudus, belum lama ini.

Baca juga:  Empat Jemaah Haji Asal Kudus Dapat Perawatan Intensif

Masan melanjutkan, cara berbeda harus dilaksanakan di wilayah Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu. Penanganan yang dilakukan sebaiknya dengan membuatkan rumah panggung bagi masyarakat. Pasalnya, penyedotan menggunakan pompa tidak akan bisa terlaksana dengan baik.

“Kalau di situ dilakukan penanganan dengan menggunakan pompa ya tidak bisa karena debit air nya banyak. Sekaligus jika dibuatkan embung juga tidak efektif. Lahannya mau berapa hektare, kedalamannya mau berapa hektare nantinya untuk cukup menampung air yang ada di wilayah itu,” urainya.

Secara teknis, menurutnya, anggaran yang diberikan untuk menangani adanya banjir di Kabupaten Kudus harus dikaji sematang-matangnya. Ia menekankan jangan sampai pemerintah membuat program dan penanganan yang tidak efektif.

Baca juga:  Cabup Jepara Mas Wiwit Kunjungi Karimunjawa, Ini Tujuannya!

Sharing-sharing seharusnya juga perlu antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov). Serta dengan instansi lainnya terkait penanganan tanggul jebol dan banjir yang melanda,” imbuh Masan.

Persoalan banjir di Kudus sendiri, lanjut Masan, disebabkan meluapnya aliran Sungai Piji, Dawe, dan Wulan. Mayoritas dikarenakan tanggul yang kurang kuat.

“Oleh sebab itu, seharusnya dilaksanakan normalisasi sungai dan tanggul. Dengan kajjian yang begitu matang, masalah yang terjadi setiap tahunnya ini bisa diminimalisasi. Jangan sampai anggaran disia-siakan,” tutupnya. (sam/abu)