Hipsi Jateng Didorong Kembangkan Ekotren

  • Bagikan
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen
PAPARAN: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen memberi sambutan dalam acara pelantikan Pengurus DPW Hipsi Jateng dan Soft Launching Program Hipsi Jateng, akhir pekan lalu. (HUMAS / JOGLO JATENG)

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mendorong Himma Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) Jawa Tengah dapat bersinergi dalam pengembangan ekonomi pondok pesantren (ekotren). Hal itu disampaikan Gus Yasin di sela acara pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Hipsi Jateng dan Soft Launching Program Hipsi Jateng.

“Kami berharap Hipsi ke depan bisa bekerja sama dengan pemerintah mengembangkan ekonomi dari sektor pesantren. Sebagai bagian dari pengusaha Indonesia, maka Hipsi juga diharapkan mampu mengembangkan usaha yang tidak lepas dari upaya amar ma’ruf nahi munkar,” katanya, di salah hotel di Semarang, akhir pekan lalu.

Wali Kota Semarang

Selain itu, dia juga mengajak Hipsi Jateng untuk terus mengedukasi dan memotivasi santri maupun masyarakat di lingkungan ponpes. Sehingga, masyarakat di lingkungan tersebut, akan terpacu dalam mengembangkan ekonomi di lingkungannya.

Gus Yasin menjelaskan, dalam program ekotren, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah memberikan pelatihan berwirausaha serta keterampilan berbagai bidang. Baik kepada para santri maupun masyarakat di lingkungan pondok pesantren.

Baca juga:  Turun ke Dunia Kerja, Santri Dibekali K3

“Kami juga memberikan sertifikasi berbagai keterampilan terhadap para santri maupun masyarakat di lingkungan pesantren. Alhamdulillah, para santri dan alumni pesantren yang membuka usaha di bidang kuliner, kita dorong dan bantu mengurus izin ke BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk sertifikasi halal,” beber Gus Yasin.

Sementara itu, dalam sambutannya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melalui Staf Khusus Menteri Agama, Wibowo Prasetyo berharap Hipsi Jateng berkolaborasi dengan pesantren dalam mengembangkan perekonomian santri dan sekitarnya.

Pemberdayaan itu, di antaranya enterpreunership santri terkait dampak ekonomi dan pembelajaran, kontribusi terhadap pembiayaan operasional pesantren, pengembangkan ekonomi untuk masyarakat sekitar, serta turut mendorong daya saing bangsa.

“Saya berharap Hipsi dapat berkolaborasi dan mengembangkan ekonomi pesantren pemberdayaan pesantren memiliki dampak ekonomi luas mulai dari internal pesantren hingga lingkungan sekitarnya secara luas,” katanya. (git/gih)

Pemalang
  • Bagikan