27 Titik di Jateng bakal Terapkan Tilang ETLE

  • Bagikan
Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Luthfi
PAPARAN: Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Luthfi saat konfrensi pers di Regional Traffic Management Center (RTMC) Gedung Ditlantas Polda Jateng, Senin (22/2). (ISTIMEWA / JOGLO JATENG)

SEBANYAK 27 titik lokasi di Jawa Tengah dipastikan bakal menerapkan sistem penegakan lalu lintas yang dinamai Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Sistem tersebut rencananya bakal diluncurkan pada 17 Maret mendatang oleh Polda Jateng, lalu diikuti tahap selanjutnya pada bulan April.

Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Luthfi mengatakan, 21 CCTV dan 6 speedcam bakal dipasang di wilayah yang rawan terjadi pelanggaran lalu lintas. Ia mengatakan, sistem tilang ini akan menangkap gambar pelangaran yang akan masuk ke server.

“Speedcam ini kita gunakan untuk masyarakat yang ugal-ugalan,” katanya saat konfrensi pers di Regional Traffic Management Center (RTMC) Gedung Ditlantas Polda Jateng, Senin (22/2).

Luthfi mengatakan, pada tahap selanjutnya pihaknya akan meningkatkan pemasangan sistem ini di 52 titik lokasi. Kapolda menyebut, pemberlakuan ETLE ini bertujuan untuk mengurangi resiko anggota Polri bersentuhan dengan masyarakat, dan menyadarkan masyarakat untuk patuh berlalu lintas.

“Satu pelangaran yang tekait pemakaian helm, tidak pakai safety belt, pakai handphone dan melawan arus itu akan ditindak,” ujarnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syarifudin menambahkan, sebetulnya  ETLE yang betujuan mencerdaskan masyarakat ini telah terpasang sejak 3 tahun lalu. Namun, karena regulasinya kala itu belum ada masih terdapat hambatan dalam menerapkannya.

“Sekarang kita lakukan seluruhnya kita bekerjasama dengan kadispenda, dinas perhubungan dimana di ETLE ini akan melihat orang yang belum bayar pajak. Pelangaran ada berapa? salah satunya di lampu merah dia menerobos lampu merah, terus kita liat lagi pajaknya, kalau pajaknya mati maka dua dia melakukan pelanggaran,” terang Kombes Rudy.

Baca juga:  Kapolda Jateng Beri Penghargaan Pada 5 Satwil Polres dan 37 anggota Satker Mapolda

Rudy menjelaskan, jika dalam tiga kali surat tilang elektronik yang terkirim di alamat pemilik kendaran tidak diindahkan, maka secara otomatis akan terblokir.

“Dan orang yang membayar denda harus menyertakan keseluruhannya, KTP asli, STNK dan sebagainya. Untuk disamakan jenis kendaraan dan pemiliknya. Jadi tidak ada lagi, ‘pak ini bukan kendaraan saya, tapi kita belum balik nama’, sudah saatnya satu orang satu kendaraan. Kalau di pinjamkan itu resiko,” jelasnya.

Selain itu, ETLE ini dijelaskanya juga telah terkoneksi dengan daerah lain. Sehingga, pelanggar berplat luar kota dapat dikenai sanksi. “Kita servernya terkoneksi langsung, jadi tilangnya di kita tapi datanya dari Jakarta,” papar Kombes Rudy.

Rudy berharap, melalui tilang online ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan berkendara selain itu juga menindak para pelanggar pajak. “Terlalu banyak penguna kendaraan yang tidak membayar pajak, dengan adanya E tilang ini akan ter-capture, dalam satu tahun ada Rp 200-300 miliar bahkan Rp 500 miliar malah yang menunggak pajak,” pungkasnya. (git/gih)

  • Bagikan