59 Desa di Pemalang Berpotensi Banjir dan Longsor

  • Bagikan
Rumah warga Desa Samong, Kecamatan Ulujami tergenang banjir
BANJIR: Rumah warga Desa Samong, Kecamatan Ulujami tergenang banjir akibat intensitas hujan yang cukup deras, belum lama ini. (HUMAS / JOGLO JATENG)

PEMALANG – Curah hujan yang cukup tinggi di Kabupaten Pemalang berpotensi untuk menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang menyebutkan, ada 59 kelurahan dan desa yang ada di 11 kecamatan berpotensi untuk tertimpa bencana tersebut.

“Data ini masih sama seperti tahun lalu dan mungkin jika ada tambahan pun tidak banyak. Namun, saya berharap agar bencana tidak terjadi di Kabupaten Pemalang,” ujar Kepala Seksi Kewaspadaan dan Pencegahan BPBD Pemalang, Senin (22/2).

Wali Kota Semarang

Ia menyebutkan, Kecamatan Ulujami menjadi daerah yang paling rawan terjadi bencana banjir, yakni ada 13 titik. Hal ini terjadi karena letak Ulujami di dataran rendah, hal ini yang menjadikannya sebagai daerah rawan banjir. Menurutnya, jika banjir terjadi di beberapa daerah di Pemalang akan setinggi 10 sampai 30 cm.

Baca juga:  Pancaroba Berpotensi Menambah Kasus Covid-19

“Tapi jika banjir sudah mencapai 50 cm sampai satu meter keatas, akan segera dilakukan tindakan evakuasi kepada warga setempat,” jelasnya.

Menurutnya, tindakan antisipasi dapat dilakukan dengan cara membangun desa siaga bencana. Serta memberikan edukasi kepada masyarakat setempat tentang mitigasi bencana yang berpotensi terjadi di daerah setempat.

“Salah satunya dengan pembangunan tanggul di bantaran Sungai Comal, dengan kantong yang diisi pasir dan disusun sepanjang bantaran sungai,” katanya.(cr8/akh)

Pemalang
  • Bagikan