Sudah 3 Pekan,10 Desa di Kudus Terendam Banjir

  • Bagikan
Desa Payaman
GAYUH: Warga memakai perahu untuk mengakses jalan di Desa Payaman, belum lama ini (19/2). (SYAMSUL HADI / JOGLO JATENG)

KUDUS – Bencana banjir melanda beberapa wilayah di Kabupaten Kudus, selama tiga pekan ini belum sepenuhnya surut. Genangan tersebut masih merendam 10 desa di tiga kecamatan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Budi Waluyo menjelaskan, banjir yang masih menggenang di 10 desa tersebut intensitas airnya kini mulai menurun. Yakni sekitar 15 hingga 20 centimeter.

Wali Kota Semarang

“Intensitas banjir mulai berangsur surut, untuk ketinggian airnya saat ini mulai dari 10 centimeter hingga 75 centimeter,” ucapnya, kemarin.

Banjir yang melanda di Kecamatan Jati, air masih menggenang di tiga desa. Yakni Desa Jati Wetan, Jetis Kapuan, dan Tanjung Karang dengan ketinggian air mencapai 10 sampai 75 centimeter. Warga terdampak di wilayah tersebut sebanyak 4.675 jiwa.

Baca juga:  Dapur Umum Suplai Ribuan Nasi Bungkus

Kemudian, untuk Kecamatan Undaan terdapat empat desa yang masih terendam banjir. Yaitu Desa Ngemplak, Karangrowo, Wates, dan Undaan Lor. Total warga yang terdampak sebanyak 5.378 jiwa, dengan intensitas air menurun 20 centimeter dari sebelumnya.

Lanjut, di Kecamatan Mejobo ada tiga desa yang masih dilanda banjir. Desa Kirig, Payaman, dan Gulang, yang menggenangi total 990 jiwa. Dengan ketinggian di permukiman warga mencapai 30 centimeter, intensitas tersebut menurun 20 centimeter dari sebelumnya.

“Total keseluruhan warga terdampak sendiri ada sebanyak 11.043 jiwa. Sedangkan untuk warga yang masih ada di pengungsian juga masih ada, dengan jumlah 513 jiwa,” paparnya. (sam/gih)

Pemalang
  • Bagikan