Dicanangkan Jadi Wisata Religi, Makam Ki Ajeng Penjawi Diteliti

  • Bagikan
Makam Ki Ajeng Penjawi
SURVEI: Jajaran LP2M UIN Walisongo bersama tim riset meninjau tempat yang diduga sebagai makam Ki Ageng Penjawi di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Selasa (23/2). (NANANG / JOGLO JATENG)

SEMARANG – Usai melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 40 hari, mahasiswa UIN Walisongo menghasilkan rencana penelitian wisata religi yang akan melibatkan pihak kampus. Rencana penelitian tersebut berupa makam Ki Ageng Penjawi yang dicanangkan menjadi wisata religi di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang, Dr. Arif Djunaidi, M.Ag menyatakan siap menelusuri keabsahan makam yang diduga milik Ki Ageng Penjawi itu. Ia mengungkapkan, Desa Branjang selanjutnya akan berpeluang memiliki sebuah tempat wisata religi jika makam tersebut benar-benar makam Ki Ageng Penjawi.

“Desa ini nantinya berpotensi memiliki sebuah destinasi wisata religi. Kami akan mencoba membantu untuk mengecek mengenai makam tersebut, pastinya dengan tim riset yang profesional,” kata Arif, Selasa (23/2).

Sementara itu, Dr. Tajuddin Arafat, M.Si selaku Staf LP2M yang juga menjadi bagian tim survei mengatakan, peninjauan itu menjadi proses awal bagi LP2M UIN Walisongo untuk menindaklanjuti penelitian makam Ki Ageng Penjawi dan Petilasan Sunan Geseng. Ia menyebut, pohon yang terletak di sekeliling makam mengindikasikan bahwa makam tersebut sudah mencapai ratusan taun.

Baca juga:  UIN Walisongo Berharap Mahasiswa Lebih Inovatif

“Model penelitian yang akan digunakan nantinya berbasis data berupa naskah yang mendukung penelitian tersebut. Dalam waktu dekat, kami akan meneliti keadaan sekitar makam guna memastikan umurnya. Penyambungan sejarah soal tokoh itu nanti biar diutus tim, yang tepenting kita fokus pada pohon sekitar makam dulu,” ungkapnya.

Sebagai informasi, pencanangan wisata ini sendiri awalnya diusung oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Branjang. Ia didukung penuh oleh Lurah Desa Branjang. LP2M UIN Walisongo pun langsung mendatangi Desa Wisata yang menjadi program kerja mahasiswa KKN tersebut. Peninjauan dilakukan langsung oleh Kepala LP2M UIN Walisongo yang didampingi oleh beberapa dosen sebagai tim peneliti.(ara/abu)

 

  • Bagikan