Cegah Klaster Covid di Pengungsian

  • Bagikan
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo
SAMBANGI PENGUNGSI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbincang-bincang dengan para pengungsi banjir di Kota Pekalongan, belum lama ini. (HUMAS / JOGLO JATENG)

PEKALONGAN – Para pengungsi yang menempati barak pengungsian bagi korban banjir di Kota Pekalongan dirasa belum menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara maksimal. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mengajak masyarakat untuk minimal memakai masker dan menjaga jarak.

Wali Kota Pekalongan terpilih Afzan Arslan Djunaid menjelaskan, sebelum dilakukan penyekatan di lokasi pengungsian, ada sekitar 50 persen warga yang mengungsi tidak mematuhi protokol kesehatan. Sehingga hal itu berpotensi menimbulkan kerawanan penyebaran Covid-19.

“Kami akan melakukan pelacakan untuk menghindari pengungsi yang reaktif maupun positif menular pada warga yang lainnya. Yang jelas, kami akan terus berusaha mengontrol pada pengungsi,” katanya, belum lama ini.

Jumlah tempat dengan warga mengungsi yang tidak seimbang menjadi persoalan adanya ketidakpatuhan mematuhi prokes. Namun dengan dibuatnya ruang sekat dapat menekan laju penyebaran Covid-19. Upaya penyekatan ruangan disambut baik oleh para pengungsi yang berada di beberapa lokasi pengungsian seperti di aula Kecamatan Pekalongan Barat.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekalongan Dimas Arga Yudha mengatakan saat ini 2.300 warga yang masih mengungsi di beberapa lokasi pengungsian. Namun, seiring dengan kondisi cuaca cerah selama tiga terakhir ini, sebagian para pengungsi sudah kembali kerumahnya masing-masing, hari ini.

Baca juga:  Penataan Kawasan Krapyak Segera Dimulai

“Banjir yang melanda Kota Pekalongan memang makin meluas yaitu semula hanya melanda dua kecamatan kini menjadi tiga kecamatan,” imbuhnya.

Beberapa lokasi terdampak banjir, antara lain Kecamatan Pasirkratonkramat dengan ketinggian air mencapai 30-90 cm, Tirto (60-80 cm), Podosugih Kecamatan Pekalongan Barat, Klego, Setono. Serta Poncol, Kauman, Gamer, Kalibaros, Noyontaan (Kecamatan Pekalongan Timur), Panjang Wetan, Panjang Baru, Kandang Panjang, Padukuhan Kraton, Krapyak, Degayu, dan Bandengan (Pekalongan Utara).

Dalam dua hari terakhir ini, kondisi cuaca di Kota Pekalongan agak cerah sehingga beberapa warga ada yang sudah kembali ke rumahnya. Genangan banjir yang semula mencapai 60 sentimeter kini pun berangsur surut sekitar 10 sentimeter hingga 30 sentimeter.

Namun, bagi warga yang rumahnya masih terendam banjir, masih memilih tetap bertahan di lokasi pengungsian. Para pengungsi juga berharap semoga banjir cepat surut agar mereka bisa beraktivitas lagi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.(ara/akh)

  • Bagikan