Masterplan Wisata Desa Panohan Dirancang

  • Bagikan
Pemerintah Desa, Karang Taruna, Perhutani dan tim perancang wisata
WIJUDKAN: Pemerintah Desa, Karang Taruna, Perhutani dan tim perancang wisata saat berada di lokasi waduk Panohan, Rabu (3/3). (SHOFWAN ZA’IM / JOGLO JATENG)

REMBANG – Portal dan pos retribusi masuk waduk Panohan beberapa waktu lalu telah di bongkar karena tidak adanya payung hukum yang jelas. Kini Pemerintah Desa Panohan mengadakan pertemuan dari berbagai pihak guna merancang masterplan wisata beserta perizinanya.

Amir Fuad, kepala Desa Panohan menjelaskan dirinya telah selesai berdiskusi dengan berbagai pihak. Mulai dari Karang Taruna, BPD, Perum Perhutani KPH Mantingan, pendamping LMDH. Hingga penyuluh Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan berbagai pihak terkait untuk merumuskan perizinan wisata.

Alhamulillah, kita bisa berkumpul, berdiskusi bareng dengan berbagai pihak. Kita disini tadi menyepakati bahwa minggu depan kita akan duduk bersama untuk membahas perizinan waduk Panohan,’ jelasnya.

Amir menambahkan dalam membangun pariwisata, nantinya dia akan melibatkan semua elemen masyarakat Desa Panohan. Hal itu untuk mendapat kepercayaan serta dukungan dari masyarakat supaya nantinya dalam mengelola wisata bisa berjalan lancar. “Untuk megelola destinasi wisata nanti semua ikut mengelola dan ikut andil biar ada transparansi untuk kedepanya,” imbuhnya.

Baca juga:  Hujan Angin Robohkan Satu Rumah

Sementara itu Soetriswanto, junior manager bisnis Perum Perhutani KPH Mantingan mengaku senang dengan adanya semangat pemuda Desa Panohan untuk mengelola potensi wisata. Pihaknya mengapresiasi keinginan pemuda Desa Panohan tersebut.

“Untuk Langkah awal kami dari perhutani siap memfasilitasi, siap bergandengan tangan. Karena apa, karena kami saat ini ada pekerjaan rumah tersendiri kaitanya dengan waduk panohan yang sejak tahun 2003 sampai hari ini belum ada titik temu,” jelasnya.

Lebih lanjut Soetriswanto menambahkan pekan depan dirinya akan bertemu dengan pihak Balai Besar Wilayah Pemali Juana dan Pemkab guna menyelesaikan permasalahan menahun  belum selesai. “Objek wiasata ini statusnya harus clear and clean. Nanti bisa menjadi titik awal untuk majunya wisata khususnya di Panohan. Untuk itu adi-adik tetap semangat karena kami siap berkolaborasi,” pungkasnya. (cr6/fat)

  • Bagikan