Membangun Minat dan Jejaring Digital Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar dengann Animasi Powtoon

Oleh: Sulasno, S.Pd.SD
Guru SD Negeri Boyolali, Kec Gajah Kab. Demak

PEMBELAJARAN merupakan suatu proses membelajarkan siswa. Pembelajaran sebagai suatu proses memiliki unsur-unsur yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Hubungan unsur satu dengan lainnya akan menjadikan pembelajaran menjadi satu kesatuan yang utuh. Diantara unsur-unsur tersebut yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran adalah tujuan, proses pembelajaran terdiri dari materi ajar, metode, sumber belajar dan media pembelajaran, evaluasi pembelajaran serta pelaku pembelajaran, yaitu guru dan siswa. Namun terkadang proses pembelajaran sering mengalami masalah atau hambatan seperti kurikulum yang berganti atau berubah.

Perubahan atau pergantian kurikulum ini dibuat dengan sengaja dengan tujuan untuk meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan. Pembelajaran yang aktif dapat terjadi dengan adanya bantuan media. Namun pada kenyataannya media yang ada kurang dimanfaatkan oleh guru. Hal ini merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan kebosanan siswa pada saat belajar. Kondisi ini menjadi permasalahan yang terus berkelanjutan, karena guru kurang melakukan inovasi terutama dalam pengadaan media pembelajaran. Perkembangan  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi  mengarah  pada  perubahan  yang semakin signifikan dan menuju era praktis.

Dalam sektor pendidikan, perkembangan teknologi informasi merambah pada sistem pengelolaan dan juga sistem pembelajaran di kelas. Pemanfaatan media yang semakin bervariasi menjadi tantangan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar di sekolah dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.Teknologi  mulai  berkembang  di  Indonesia  sudah  cukup  banyak  teknologi  pembelajaran  yangdipakai pada setiap sekolah. Guru masih banyak yang  tidak memanfaatkan teknologi, banyak faktor yang membuat peserta didik memiliki minat belajar yang rendah pertama sulit memahami materi pembelajaran, kedua media pembelajaran kurang menarik dan ketiga kurang adanya  minat  belajar karena  peserta  didik  menganggap  sulit. Sejalan  dengan penelitian tersebut adapun terdapat penelitian yang mengungkapkan bahwa aktivitas yang ditunjukkan siswa pada proses pembelajaran masih rendah, siswa merasa jenuh dengan materi pembelajaran yang disajikan guru tanpa media pembelajaran.

Hal ini membuat  siswa  kurang  bersemangat  dalam  belajar  sehingga  nilai  yang  diperoleh dibawah standar ketuntasan belajar. Adapun permasalahan yang sejalan dengan permasalahan tersebut yang ditemukan oleh  peneliti  di  SD Negeri Boyolali,Kec Gajah Kab. Demak  berdasarkan  hasil  observasi kegiatan pembelajaran    terdapat  beberapa permasalahan, yaitu guru   tidak   menggunakan   media   pembelajaran   sebagai penunjang kegiatan pembelajaran dan guru cenderung menggunakan buku pelajaran sebagai  satu-satunya  sumber  belajar.  Dengan  munculnya  permasalahan  tersebut sehingga terlihat   siswa   tidak   memperhatikan   dan   tidak   bersemangat   dalam menerima  penjelasan  dari  guru  sehingga  siswa  cenderung  pasif  dalam  mengikuti pembelajaran. Guru pun masih menggunakan metode konvensional dalam mengajar sehingga  siswa  memiliki  kecenderungan  malas  dan  kurangnya minat  dan motivasi dalam diri siswa ketika melakukan kegiatan pembelajaran.Berdasarkan  permasalahan  tersebut  menunjukkan  rendahnya  minat  belajar  siswa, oleh karena itu perlu adanya usaha untuk meningkatkan minat belajar siswa. pada dasarnya minat belajar besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar sebab dengan minat  seseorang  melakukan  sesuatu  yang  diminatinya,  sebaliknya  tanpa  minat seseorang  tidak  mungkin  melakukan  sesuatu.

Minat  adalah  kecenderungan  yang tetap untuk memperhatikandan mengenang beberapa kegiatan. Guru harus berusaha membangkitkan  minat  siswa  untuk  menguasahai  pengetahuan  yang  terkandung dalam bidang studinya dengan cara yang kurang lebih sama dengan kiat membangun sikap  positif.  Perasaan  senang  akan  menimbulkan  minat  pula,  yang  diperkuat  lagi oleh sikap  yang positif, sebaliknya perasaan yang tidak  senang menghambat dalam belajar karena tidak melahirkan sikap yang positif dan tidakmenunjang minat dalam belajar (Slameto, 2010). Minat  merupakan kecenderungan  yang  menetap  pada  diri  subyek  untuk  merasa tertarik  pada  bidang  tertentu  dan  merasa  sedang  pada  bidang tersebut.  Minat merupakan  perasaan  tertarik  terhadapsuatu  obyek  sehingga  obyek  tersebut  dapat dikerjakan dengan sukarela dan perasaan senang.

Minat akan timbul dari kegiatan yang menyenangkan oleh karena itu minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam pembelajaran.Adapun terdapat empat indikator minat belajar, yaitu perasaan senang, ketertarikan siswa,  perhatian  siswa,  dan  keterlibatan  siswa.  Adanya  indikator  minat  belajar  ini adalah  untuk  memperoleh  ukuran  dan  data  minat  belajar  siswa.  Kebiasaan  belajar akan   mempengaruhi   belajar   itu   sendiri,   yang   bertujuan   untuk   mendapatkan pengetahuan, sikap, dan  keterampilan. Oleh karena itu perlunya guru menciptakan media  pembelajaran  yang  dapat  digunakan  siswa  dalam  proses  pembelajaran,  hal tersebut   tentunya   berdampak   pada   tingkat   pemahaman   siswa   akan   materi pembelajaran maupun dengan tingkat minat belajar siswa. Pada   dasarnya   peran   guru   dalam kegiatan pembelajaran   sangatlah   penting, khususnya dalam pembelajaran IPS.

Ilmu pengetahuan sosial adalah mata pelajaran yang  mengkaji  kehidupan  sosial  yang  didasarkan  pada  bahan  kajian  pokok  yaitu pengetahuan   sosial   dan   sejarah.   Bahan   kajian   pengetahuan   sosial   mencakup lingkungan  sosial,  ilmu  bumi,  ekonomi  dan  pemerintahan.  Bahan  kajian  sejarah meliputi perkembangan masyarakat Indonesia sejak masa lampau hingga masa kini. Guru  sebagai  pemberibekal  pengetahuan, hendaknya  mengarahkan  siswa  untuk tampil memecahkan masalah sosial disekitarnya.Guru sebagai pendidik diharapkan akan lebih memahami tentang aktivitas belajar siswa, baik dari konsep, pemanfaatan dalam  kehidupan,  maupun kegunaan  dan  pentingnya  untuk  diaplikasikan  dalam kegiatan  belajar  mengajar  dalam  bentuk  metode,  strategi,  dan  media  belajar  yang kreatif . Media menjadi perantara antara pendidik dengan peserta didik dalam penyampaian materi  pembelajaran  supaya  berjalan  dengan  semestinya,dengan  adanya  media pembelajaran peserta didik dapat termotivasi untuk mengikuti pembelajaran.

Media merupakan segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan dan dapat  merangsang  pikiran,  membangkitkan  semangat,  perhatian,  dan  kemajuan siswa  sehingga  dapat  mendorong  terjadinya  proses  pembelajaran  pada  diri  siswa. Pembelajaran  yang  menarik  dan  efisien dapat  memudahkan  siswa  dalam  belajar sehingga  materi  yang  disampaikan  mudah  dipahami  dalam  bentuk  multimedia pembelajaran  memenuhi  unsur-unsur  informasi  materi,  teori,  visualisasai,  latihan soal, serta evaluasi ketika meteri tersebut disajikan dalam bentukCD pembelajaran, video pembelajaran, animasi akan terjadi peningkatan motivasi dibandingkan dengan materi  yang  disajikan  secara  sederhana.  Media  video  ini  diperoleh  dari  internet kemudian  dikemas  menjadi  tayangan  yang  menarik.  sehingga  pembelajaran  akan semakin  baik.

Adapun penggunaan  media  video  pembelajaran  dapat  merangsang motivasi peserta didik untuk belajar karena ada rasa ingin tahu siswa mengenai video yang ditampilkan sehingga dapat meningkatkan pemahaman peserta didikterhadap materi yang diberikan Salah  satu media pembelajaran yang memiliki tiga unsur pokok  media yaitu visual, suara,   dan   gerak   adalah   media   video   pembelajaran.   penggunaan   media   video pembelajaran dapat merangsang motivasi peserta didik untuk belajar karena ada rasaingin  tahu  siswa  mengenai  video  yang  ditampilkan  sehingga  dapat  meningkatkan pemahaman  peserta  didik  terhadap  materi  yang  diberikan. Powtoon adalah aplikasi web berbasis IT yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang didalamnya terdapat fitur-fitur menarik seperti fitur untuk membuat presentasi atau video animasi yang dapat digunakan dengan mudah dan menarik. Jadi aplikasi powtoon dapat menghasilkan media pembelajaran yang menarik, membuat siswa lebih terfokus pada pembelajaran dan aplikasi powtoon ini dapat menjadikan pembelajaran nyata dan juga efektif.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa aplikasi powtoon merupakan media pembelajaran yang mengaplikasikan secara online dan juga bisa memberikan inovasi terbaru dalam media pembelajaran, karena didalamnya terdapat fitur-fitur yang menarik berupa animasi tulis tangan, animasi kartun, dan efek transisi yang lebih hidup serta pengaturan time-line yang sangat mudah. Powtoon merupakan salah satu jenis layanan online yang memiliki fitur animasi yang menarik dalam penyampaian pesan berupa video. Ini adalah salah satu alternatif dari berkembangnya  teknologi  untuk  digunakan  media  pembelajaran  interaktif  pada materi  yang  dianggap sulit  menjadi  lebih  menyenangkan  karena  disajikan  dengan kombinasi  beberapa  media  seperti  audio  dan  visual.  Oleh  karena  itu  media  ini sangatlah   menarik   untuk   digunakan   di   dalam   kelas   sebagai   alternatif   media pembelajaran agar siswa tidak bosan dengan pembelajaran selain itu juga membuat media pembelajaran guru lebih bervariatif Penggunaan   media   pembelajaran   animasi powtoon  dapat  meningkatkan  pemahaman  siswa.

Perbedaan  antara  media  pembelajaran animasi powtoon yang  akan  dikembangkan  dengan  media  sebelumnya,  yaitu  media animasi powtoon ini  menggabungkan  animasi-animasi  menjadi  suatu  konsep  dan gambaran yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari siswa, menggunakan rekaman suara  sebagai  pendukung  dalam  menjelaskan  isi  dari  video.  Media  pembelajaran berbasis powtoon ini  diharapkan  dapat  membantu  siswa  dalam  memahami  konsep materi pembelajaran dengan lebih mudah dipahami dan meningkatkan minat belajar siswa. Dengan demikian pembelajaran menggunakan Powtoon ini dapat membangun minat dan jejaring digital informasi pengetahuan siswa di Sekolah dasar. (*)