Jembatani Permodalan UMKM dengan Bank

  • Bagikan
ILUSTRASI : Taman hias lampu hias dari perabot rumah tangga daur ulang di Fairus Art Solo, yang penjualannya meningklat selama pandemi. (ANTARA/JOGLO JATENG )

SOLO – Pelonggaran pembatasan akibat pandemi Covid-19 terus dimanfaatkan sejumlah daerah untuk berbenah. Salah satu sektor yang terus didorong kini, kebangkitan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Sudah ada kelonggaran dari pemerintah, tugas kami memberikan pelatihan dan fasilitasi UMKM dari sisi pembiayaan. Ini sudah mulai kami lakukan,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Surakarta Heri Purwoko, kemarin.

Mengenai program pendampingan tersebut, saat ini pihaknya tengah melakukan pelatihan tentang permodalan kepada para pelaku UMKM dengan mengundang Bank Solo. Pelatihan tersebut, kata dia, dimaksudkan untuk menjembatani permodalan UMKM dengan pihak bank.

“Kalau minta (permodalan) ke dinas itu salah. Dinas tidak ada dana untuk membantu UKM, tetapi tugasnya hanya fasilitasi. Di sini kami menjembatani UKM yang butuh dana dengan lembaga keuangan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menjembatani kerja sama antara pelaku UMKM dengan perusahaan aplikasi Gojek. Dalam kerja sama ini, pelaku UMKM bisa melakukan penjualan dengan memanfaatkan layanan Gofood yang terdapat pada aplikasi tersebut.

Baca juga:  Permintaan Kerajinan Bebek Anjlok Drastis

Namun, sesal dia, yang memanfaatkan aplikasi tersebut hanya 4 UMKM. Menurutnya, sebagian sebagian pelaku usaha kurang tertarik memanfaatkan aplikasi tersebut, lantaran belum melek teknologi.

Sementara itu, untuk memastikan pemerataan fasilitas pelatihan tersebut kepada para pelaku UMKM, untuk pendaftaran dilakukan secara daring.

“Untuk pelatihan juga akan kami lakukan secara bertahap, harapannya para pelaku UMKM tertarik untuk mengikuti berbagai pelatihan. Kalau jumlah UMKM binaan kami saat ini mencapai 3.600,” katanya.

Selain pelatihan, dikatakannya, akan ada pula pendampingan berupa fasilitasi pemasaran melalui pameran.

“Kami juga fasilitasi pemasaran, selama pandemi belum ada pameran secara langsung. Kalau ini sudah diberi anggaran untuk pameran,” katanya. (ara/git)

  • Bagikan