Kutuk Terorisme!

  • Bagikan
EVAKUASI:
EVAKUASI: Petugas kepolisian mengangkat kantong jenazah berisi bagian tubuh dari terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3). (ANTARA/JOGLO JATENG)

INSIDEN ledakan yang diduga bom di sekitar Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Ahad sekitar pukul 10.30 WITA menuai kecaman dari berbagai pihak. Presiden, MUI, menag hingga Gubernur Jateng angkat suara merespon aksi keji tersebut.

“Terkait dengan kejadian aksi terorisme di pintu masuk Gereja Katedral Makassar hari ini, saya mengutuk keras aksi terorisme tersebut,” kata Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin.

Presiden memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya. Menurutnya, terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apa pun.

“Semua ajaran agama menolak terorisme apa pun alasannya. Seluruh aparat negara tak akan membiarkan tindakan terorisme semacam ini,” ujar Presiden.

Presiden juga meminta masyarakat agar tetap tenang menjalankan ibadah. Sebab, negara menjamin keamanan umat beragama untuk beribadah tanpa rasa takut.

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas juga mengutuk aksi terorisme tersebut. Menurutnya, aksi itu menyebabkan kekhawatiran di masyarakat.

“MUI mengutuk keras peristiwa (ledakan terorisme) pagi ini yang telah membuat ketakutan di tengah-tengah masyarakat dan telah membuat jatuhnya korban jiwa,” ujar Anwar.

Dia mengatakan, aksi terorisme seperti itu tidak bisa diberikan toleransi. Sebab, tindakan keji itu tidak manusiawi dan melanggar nilai ajaran agama manapun. MUI mendesak pihak keamanan seperti kepolisian lekas menindak pelaku, sehingga terbongkar motif dan latar belakang pengeboman tersebut.

“MUI meminta pihak aparat  mencari dan menangkap pelaku dan atau otak intelektual dan pihak-pihak yang ada di balik peristiwa ini dan  membongkar motif dari tindakan yang tidak terpuji tersebut,” ujarnya.

Dia meminta, kejadian ini tidak membuat orang-orang mendekatkan motif peledakan ini dengan ajaran agama maupun suku tertentu. Sebab, bila itu yang terjadi, maka akan memperuncing keharmonisan hubungan antaragama dan suku di Indonesia yang sudah lama terjalin.

Baca juga:  Cegah Klaster Baru, Pemkot Semarang Perketat Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

“MUI meminta supaya masalah ini jangan dikaitkan dengan agama dan atau suku tertentu di negeri ini, karena hal demikian akan membuat semakin rumit dan memperkeruh suasana, “ pintanya.

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menilai aksi pengeboman tersebut sebagai tindakan keji yang menodai ketenangan hidup bermasyarakat dan jauh dari ajaran agama. Menag mengutuk keras aksi pengeboman yang telah menyebabkan korban di kawasan tersebut.

Ia meminta para pemuka agama agar menegaskan bahwa tidak ada agama yang membenarkan aksi kekerasan dan teror dengan alasan apapun. “Agama selalu mengajarkan kasih sayang, mengajarkan kedamaian,” katanya.

Menag juga menghimbau agar masyarakat tidak takut. Menurutnya tujuan aksi terorisme tersebut salah satunya adalah menimbulkan ketakutan agar bisa mengobrak-ngabrik ketertiban sosial. “Jangan pernah takut, kita lawan kebiadaban ini bersama-sama,” ujar Yaqut.

Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan foto maupun video pascaledakan. Ia meminta masyarakat untuk mengutamakan empati dengan tidak menyebarkan gambar mau pun video, yang terkait dengan ledakan bom tersebut.

“Kita juga harus mendorong seluruh lapisan masyarakat. Tolong dong jangan sebarkan video-videonya, foto-fotonya apalagi dengan gambar yang mengerikan itu. Tolong pahami betul,” ucap Ganjar.

Ia mengatakan, usai kejadian tersebut, dia langsung berkonsolidasi dengan Forkopimda Jawa Tengah. Utamanya agar seluruh komponen waspada dan lebih berhati-hati, termasuk agar tim keamanan juga bersiaga. “Yang paling penting sebenarnya dari masyarakat. Kenapa kita semuanya tidak bisa saling menjaga, saling menghormati pada kondisi ini,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Ganjar mendorong para penegak hukum tak ragu mengusut tuntas pelaku bom bunuh diri yang tak bertanggung jawab tersebut.

“Saya turut berduka pada kejadian ini, tentu penegak hukum jangan ragu-ragu. Sekali lagi, penegak hukum tidak boleh ragu-ragu, untuk diusut tuntas dan diselesaikan dengan hukum yang ada di Republik ini,” tegasnya. (ara/hms/gih)

  • Bagikan