Kerap Disangka Wanita tak Baik

  • Bagikan
Alvina Fitri Anggraini
Alvina Fitri Anggraini. (SYAMSUL HADI / JOGLO JATENG)

KUDUS – Dalam aktivitas sehari-harinya Alvina Fitri Anggraini disibukkan oleh perkuliahan D-III Farmasi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Cendekia Utama (Cenut). Selain itu dirinya juga menyibukkan diri dengan bekerja paruh waktu. Meski dengan kesibukannya tersebut, ia menjalani dengan senang hati dan merasa seru.

Wanita kelahiran Kudus 16 Desember 2001 ini mengatakan, bekerja di salah satu konter di Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, sudah enam bulan. Disini ia harus bisa membagi waktu bagaimana pembelajaran kuliahnya tidak terganggu, meskipun juga bekerja.

“Jam kuliah kan dari pukul 08.00 sampai 15.30 an, setelah itu baru bekerja dari pukul 14.00 hingga 22.00 malam. Memilih bekerja karena untuk mengisi waktu-waktu kosong, daripada dirumah tidak berbuat apa-apa,” ucapnya.

Dara cantik yang kerap disapa Vina ini juga menuturkan, disela-sela kesibukannya itu masih menyempatkan membantu temannya dalam menjual mentai atau nasi salmon. Disela kesibukan lainnya dirinya menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan keorganisasian yang ia ikuti. Seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Persatuan Mahasiswa Indonesia (PMI), dan Ikatan Mahasiswa Departemen Agama (IMDA), sekaligus mengikuti olahraga Basket.

Disini, wanita yang berusia 20 tahun ini sering dibicarakan oleh tetangga dan teman-temannya. Tidak membicarakan aktivitasnya, justru dirinya disangka wanita tak baik. Walau demikian, Vina tidak pernah menggubris atau menanggapi celotehan orang mengenai dirinya.

Baca juga:  Belajar Produksi Musik Sendiri

“Mereka itu belum tahu sebenarnya seperi apa, asal menyangka saja. Memang kerja kan pulang sampai malam, menjadi reseller kadang ada yang mengambil barangnya dirumah dan itu cowok, disangka gonta ganti pacar,” ujarnya.

Anak kedua dari dua saudara ini cuek terkait celotehan jelek kepada dirinya. Orang tua nya pun hanya tersenyum dan tidak membalas celotehan tetangganya. Justru sebaliknya, mereka mendukung apa yang memang dijalani olehnya, asalkan baik dan positif.

“Kadang rasa jengkel muncul, tapi ya sudahlah mau bagaimana biar mereka tahu sendiri saja. Terpenting orang tua mendukung meskipun saya jarang dirumah, ucapan mereka malah menjadikan motivasi bagi saya,” pungkasnya.

Vina juga tak pernah memposting dirinya di akun sosmed nya seperti Instagram dan Facebook. Bahkan pada foto profil Whatsapp pun dirinya memilih kosong tidak ada foto dirinya.

“Gimana ya, kadang dengar-dengar dari ceramah itu bisa mengalirkan dosa, jadi tidak berani memposting,” imbuhnya sambal tersenyum. (sam/fat)

  • Bagikan